Internasional . 13/03/2026, 22:46 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Serangan dahsyat Israel terhadap Lebanon terus berlanjut. Serangan terbaru dilaporkan menewaskan lebih dari 25 orang di ibu kota Beirut dan di Lebanon selatan dan timur.
"Serangan Israel pada Jumat, 13 Maret 2026 pagi menghantam sebuah mobil di Jnah, sebuah lingkungan pesisir di barat daya Beirut, dan menewaskan satu orang," kata Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, dikutip Al Jazeera.
Serangan Israel juga menghantam sebuah apartemen di lingkungan Nabaa, tempat tinggal komunitas Armenia yang cukup besar. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran hebat.
Ini adalah pertama kalinya daerah ini diserang dalam konflik ini atau selama perang 2024 antara Hizbullah dan Israel.
Sebanyak 687 orang telah tewas dalam serangan Israel di Lebanon hanya dalam waktu kurang dari dua minggu, termasuk 98 anak-anak. Lebih dari 800.000 orang juga telah mengungsi secara paksa akibat serangan Israel.
Setelah serangan tersebut, tentara Israel mengklaim telah menargetkan seorang anggota Hizbullah di Beirut.
“Mereka mengincar cadangan uang tunai Hizbullah, yang menurut mereka berada di ruang bawah tanah beberapa bangunan ini,” kata Heidi Pett dari Al Jazeera, melaporkan dari ibu kota Lebanon.
Kedua lingkungan tersebut jauh dari pinggiran selatan Beirut, yang telah dinyatakan tidak aman oleh militer Israel dan telah diancam akan dipindahkan secara paksa, serta terus dibombardir setiap hari.
Kemudian pada hari Jumat, sebuah drone Israel menghantam sebuah gedung apartemen di Bourj Hammoud, pinggiran kota di timur laut Beirut, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).
Kepala PBB Antonio Guterres mengatakan ia tiba di Beirut untuk kunjungan “solidaritas” ke Lebanon.
“Saya baru saja mendarat di Beirut untuk kunjungan solidaritas dengan rakyat Lebanon. Mereka tidak memilih perang ini. Mereka terseret ke dalamnya. PBB dan saya akan mengerahkan segala upaya untuk memperjuangkan masa depan damai yang sangat layak diterima Lebanon dan kawasan ini,” kata Sekretaris Jenderal PBB.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media