Balik Kampung . 18/03/2026, 16:31 WIB

Lebaran 2026 Siap Guncang Jabodetabek: Jutaan Kendaraan Keluar, Jasa Marga Ungkap Strategi Ampuh!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

Ringkasan :

  • Lebih dari 1,2 juta kendaraan sudah meninggalkan Jabotabek menjelang Lebaran 2026, menandakan lonjakan arus mudik yang masif.
  • Jasa Marga memprediksi puncak mudik hari ini, 18 Maret 2026, dengan rekayasa lalu lintas one way mulai diberlakukan.
  • Berbagai jalur fungsional dan strategi disiapkan untuk mengurai kepadatan dan memastikan kelancaran perjalanan jutaan pemudik.

fin.co.id - Persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026 sudah terasa panas! PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Direktur Utamanya, Rivan A. Purwantono, baru saja merilis data mengejutkan. Tercatat, volume kendaraan yang memilih untuk meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H-4 libur Lebaran 2026, tepatnya dari tanggal 11 hingga 17 Maret 2026, telah mencapai angka fantastis: 1.213.388 kendaraan. Angka ini merupakan akumulasi dari empat gerbang tol utama yang menjadi gerbang keluar metropolitan, yaitu GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi. Lonjakan ini sungguh tidak main-main, meningkat sebesar 20,9% dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal yang biasanya hanya sekitar 1.003.695 kendaraan.

Arus Mudik Membeludak, Jabotabek Mulai 'Kekeringan' Kendaraan

Data yang disajikan Jasa Marga menunjukkan bahwa jutaan kendaraan ini baru sebagian dari total proyeksi. Rivan A. Purwantono menjelaskan, "1,2 juta kendaraan yang telah meninggalkan wilayah Jabotabek tersebut merupakan 34,4% dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan lalu lintas keluar Jakarta selama periode 11–31 Maret 2026." Ini berarti, masih ada gelombang besar pemudik yang akan menyusul. Konsentrasi kendaraan mayoritas mengarah ke arah Timur, yang mencakup tujuan Trans Jawa dan Bandung, dengan total 612.956 kendaraan atau 50,5% dari total. Sementara itu, 353.032 kendaraan (29,1%) menuju arah Barat, yaitu Merak, dan sisanya, 247.400 kendaraan (20,4%), memilih arah Selatan menuju Puncak.

Distribusi lebih detail mengungkap bahwa arah Timur menjadi primadona. Kendaraan menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama membludak hingga 387.451 kendaraan, sebuah lonjakan luar biasa sebesar 95,6% dari biasanya. Tak kalah padat, arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencatat 225.505 kendaraan, naik 2,3% dari lalu lintas normal. Gabungan kedua arah ini mencapai 612.956 kendaraan, melonjak 46,5% dari kondisi normal. Arah Barat, menuju Merak melalui GT Cikupa, juga menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 4,7% dengan 353.032 kendaraan. Namun, arah Selatan menuju Puncak melalui GT Ciawi justru sedikit menurun tipis 0,3% menjadi 247.400 kendaraan. Perbedaan ini mungkin dipengaruhi oleh pilihan destinasi mudik dan variasi rute yang ditempuh oleh masyarakat.

Rekayasa Lalu Lintas Menjadi Kunci Keberhasilan

Menyikapi lonjakan arus lalu lintas yang fenomenal ini, Kepolisian Republik Indonesia tidak tinggal diam. Sejak Selasa, 17 Maret 2026, rekayasa lalu lintas mulai diaktifkan. Pada H-4 Lebaran, tepatnya 17 Maret 2026, volume kendaraan yang keluar Jabotabek melalui empat gerbang tol utama sudah mencapai 221.978 kendaraan, melonjak drastis 68,1% dibandingkan lalu lintas normal yang hanya 132.066 kendaraan. Peningkatan ini memaksa adanya tindakan strategis.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai Pengaturan Lalu Lintas Jalan dan Penyeberangan selama masa mudik dan balik Lebaran 2026, sistem satu arah atau *one way* mulai diterapkan. Kebijakan ini membentang dari KM 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 ruas Tol Semarang–Solo, berlaku mulai 17 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat. Tujuannya jelas: mengurai kepadatan kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah timur, sekaligus memberi kelancaran bagi pemudik.

Jasa Marga, melalui anak usahanya PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), memberikan dukungan penuh terhadap rekayasa lalu lintas ini. "Jasa Marga mendukung rekayasa lalu lintas *one way* tahap I oleh Kepolisian di Jalan Tol Jakarta–Cikampek menuju arah Trans Jawa pada Selasa, 17 Maret 2026, guna mengurai kepadatan kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah timur," ujar Rivan. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan matang dari Kepolisian, termasuk analisis *traffic counting* yang akurat.

Inovasi Jalur Fungsional dan Prediksi Puncak Mudik

Selain rekayasa *one way*, Jasa Marga juga terus berinovasi dengan mengoperasikan jalur fungsional untuk mendistribusikan arus kendaraan. Terdapat empat ruas jalur fungsional yang disiapkan, yaitu Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo, Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi, Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), dan Tol Yogyakarta–Bawen. Tiga di antaranya sudah beroperasi dan terbukti efektif dalam melancarkan arus mudik Lebaran 2026, mendapat respons positif dari masyarakat yang tercermin dari peningkatan volume kendaraan yang melintas. Jalur fungsional Tol Jakarta–Cikampek II Selatan pun disiapkan sebagai alternatif krusial untuk mengurai kepadatan saat arus balik nanti.

Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi hari ini, Rabu, 18 Maret 2026. Jasa Marga menghimbau seluruh pengguna jalan untuk mempersiapkan diri menghadapi lonjakan volume kendaraan ini. Perencanaan perjalanan yang matang menjadi kunci utama. "Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik dengan memanfaatkan informasi lalu lintas secara *real time* melalui aplikasi Travoy serta siaran Radio Travoy FM, sehingga perjalanan dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman,” tutup Rivan. Penting bagi setiap pemudik untuk memastikan kondisi kendaraan prima, memanfaatkan waktu istirahat di *rest area* dengan bijak, memastikan kecukupan bahan bakar, mengisi saldo kartu uang elektronik, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com