Nasional . 18/03/2026, 21:58 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Apresiasi terhadap langkah konkret Polri dalam membangun Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau terus mengalir deras. Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Rahul, menilai program pembangunan infrastruktur ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat pedesaan, terutama di wilayah yang sulit terjangkau.
Menurut Rahul, proyek pembangunan jembatan ini menunjukkan progres yang sangat signifikan. Dari total rencana 110 jembatan di Riau, sebanyak 27 jembatan sudah selesai dan resmi beroperasi. Sisanya, saat ini masih dalam tahap pembangunan dan renovasi intensif untuk mempercepat konektivitas antarwilayah.
Politikus Partai Gerindra ini menyoroti dampak langsung jembatan tersebut terhadap dunia pendidikan. Sebelumnya, banyak anak sekolah di pelosok Riau harus mempertaruhkan keselamatan mereka hanya untuk menyeberangi sungai demi menuju ruang kelas. Kini, kehadiran jembatan yang layak memberikan akses yang jauh lebih aman bagi generasi muda.
“Ini adalah kerja nyata yang langsung masyarakat rasakan. Kita bicara soal anak-anak yang sebelumnya harus mempertaruhkan keselamatan menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah, hari ini mereka punya akses yang lebih aman dan layak. Ini bukan sekadar pembangunan jembatan, ini tentang membangun masa depan,” ujar Muhammad Rahul kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu, 18 Maret 2026.
Meskipun tugas utama kepolisian berfokus pada keamanan dan ketertiban (kamtibmas), Rahul menilai langkah Polri terjun langsung ke pembangunan fisik menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap persoalan sosial. Ia memberikan apresiasi khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mampu menerjemahkan visi Presiden menjadi program yang menyentuh akar rumput.
Selain itu, Muhammad Rahul juga memuji kinerja Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan beserta jajaran yang bergerak cepat dan adaptif di lapangan. Kolaborasi ini memastikan arahan pusat tidak hanya berhenti di level kebijakan, tetapi benar-benar mewujud menjadi bangunan fisik yang kokoh.
Pembangunan ini juga melibatkan pendekatan humanis melalui dialog interaktif. Kapolri bersama tokoh penting lainnya seperti Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, sempat menyapa langsung warga di Kampar, Kuantan Singingi, hingga Kepulauan Meranti.
Menurut Rahul, ruang komunikasi ini sangat penting untuk memperkuat kepercayaan publik. Warga bisa menyampaikan aspirasi dan harapan mereka secara langsung kepada pengambil kebijakan. Pembangunan jembatan ini pun menjadi simbol bahwa negara benar-benar mendengar suara masyarakat dari daerah terluar.
Rahul berharap program masif ini bisa meluas ke wilayah lain di Indonesia. Konektivitas desa yang kuat akan otomatis mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara merata. Dengan 110 jembatan yang terencana di Riau, Polri telah membuktikan bahwa pengabdian mereka melampaui tugas menjaga keamanan semata. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media