Nasional . 19/03/2026, 18:49 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Pemerintah mencatat potensi penghematan anggaran hingga triliunan rupiah dari penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode Idul Fitri 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebijakan meliburkan program tersebut berdampak signifikan terhadap efisiensi belanja negara.
“Program MBG yang diliburkan selama Lebaran bisa menghemat anggaran hingga beberapa triliun rupiah,” ujarnya saat ditemui di Istana Negara, Kamis (19/3/2026).
Pernyataan tersebut merujuk pada laporan dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang menyebutkan bahwa penghentian sementara distribusi MBG dapat menghemat anggaran hingga sekitar Rp5 triliun.
Penyaluran program ke sekolah-sekolah telah dihentikan sejak 13 Maret 2026. Sementara distribusi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita terakhir dilakukan pada 17 Maret 2026.
Program ini dijadwalkan kembali berjalan normal mulai 31 Maret 2026.
Selama periode 18 hingga 24 Maret 2026, tidak ada penyaluran MBG untuk seluruh penerima manfaat, baik peserta didik maupun non-peserta didik.
Sebagai langkah antisipasi, distribusi bantuan dilakukan lebih awal sebelum masa libur agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
Meski ada efisiensi anggaran, Menkeu menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Program ini dinilai membantu pemenuhan gizi sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat.
Namun demikian, pelaksanaannya masih akan terus dioptimalkan, terutama dalam aspek pengelolaan anggaran dan mekanisme distribusi.
“Programnya sangat baik, hanya perlu dioptimalkan agar lebih efisien,” kata Purbaya.
Langkah efisiensi ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 agar tetap terkendali di bawah tiga persen.
Saat ini, Kementerian Keuangan tengah menyusun skema efisiensi anggaran di berbagai kementerian dan lembaga, termasuk optimalisasi program MBG yang memiliki pagu anggaran mencapai Rp335 triliun.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media