Pendidikan . 20/03/2026, 14:40 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Banyak orangtua masih menganggap kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai tolok ukur utama kecerdasan anak.
Padahal, sebelum si kecil mampu mengeja huruf “A” atau menghitung angka “1”, ada fondasi penting yang justru harus dibangun terlebih dahulu.
Para ahli pendidikan anak usia dini sepakat bahwa fokus utama bukanlah kecepatan akademik, melainkan kesiapan belajar secara menyeluruh.
Fondasi inilah yang nantinya menentukan apakah anak bisa belajar dengan nyaman, percaya diri, dan berkembang secara optimal di sekolah.
Lantas, apa saja keterampilan dasar yang perlu diperhatikan? Berikut ulasan lengkapnya!
Bahasa adalah pintu pertama anak mengenal dunia. Setiap percakapan sederhana, cerita sebelum tidur, hingga lagu yang dinyanyikan bersama, semuanya berperan besar dalam perkembangan otak anak.
Menurut Learning Policy Institute, lingkungan yang kaya bahasa dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan interaksi sosial anak.
Orangtua bisa mulai dengan hal sederhana, seperti:
Menyebut nama benda di sekitar
Mengajak anak berbicara dua arah
Membacakan buku cerita setiap hari
Semakin sering anak terpapar bahasa, semakin kuat pula kemampuan mereka dalam memahami dan mengekspresikan pikiran.
Sebelum anak bisa menulis rapi, mereka harus melatih otot-otot kecil di tangan dan jari. Inilah yang disebut keterampilan motorik halus.
Aktivitas sederhana seperti:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media