Hukum dan Kriminal . 20/03/2026, 15:06 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Polda Metro Jaya menegaskan bahwa pengungkapan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah memaparkan proses penyelidikan secara terbuka, termasuk menjelaskan perbedaan inisial tersangka yang sempat menjadi perhatian publik.
"Kan sudah dijelaskan kalau Polda Metro Jaya menggunakan scientific crime investigation. Untuk inisial BHC itu sama dengan BHW, kemudian dari Polda Metro Jaya ada tersangka MAK," katanya kepada wartawan, Jumat, 20 Maret 2026.
Ia menambahkan, jika terdapat perbedaan informasi dengan pihak TNI, hal tersebut dapat diklarifikasi langsung kepada institusi terkait mengenai peran masing-masing pihak.
"Kalau ada perbedaan dari TNI, silahkan ditanyakan ke sana peran serta masing-masing apa. Kalau yang di Polda Metro Jaya, itu bisa dipertanggungjawabkan," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hingga kini proses pelimpahan perkara belum dilakukan secara resmi. Meski begitu, komunikasi dan koordinasi antarinstansi telah berjalan guna memastikan penanganan perkara tetap selaras.
"Saat ini secara resmi pelimpahan belum, tapi koordinasi terlebih dahulu," jelasnya.
Ia juga menyinggung adanya perbedaan mekanisme peradilan yang menjadi salah satu pertimbangan dalam kelanjutan proses hukum.
"Nantinya karena peradilannya kan berbeda," ungkapnya.
Polda Metro Jaya memastikan akan terus mengedepankan profesionalisme serta keterbukaan dalam setiap tahapan penyidikan demi mengungkap kasus ini secara menyeluruh.
Sebelumnya, Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan empat oknum anggota TNI yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Mereka berinisial NDP, SL, BWH, dan ES, dan saat ini berada di Pomdam Jaya.
Sementara itu, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut pihaknya telah mengidentifikasi dua pelaku lain dengan inisial BHC dan MAK.
Rafi Adhi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media