Internasional . 20/03/2026, 14:39 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Gabung BoP dan Siap Keluar, jika...

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) dilakukan melalui pertimbangan matang untuk mendukung kemerdekaan penuh Palestina.

Prabowo mengungkapkan, keterlibatan Indonesia bermula saat dirinya menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB pada 23 September. Dalam forum tersebut, ia menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).

Beberapa jam setelah pidato itu, Prabowo bersama tujuh pemimpin negara mayoritas Muslim—Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir—diundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas rencana perdamaian di Gaza.

Dalam pertemuan tersebut, AS menawarkan proposal 21-point plan yang bertujuan menciptakan perdamaian berkelanjutan. Prabowo menyoroti poin ke-19 dan ke-20 yang membuka peluang bagi Palestina menjadi negara mandiri serta mendorong dialog damai dengan Israel.

"Jadi, kita lihat ini (poin) 19 dan 20 ada peluang walaupun kita tahu ini sedikit. Akhirnya, kita berdelapan diskusi dan memutuskan untuk mendukung," ujar Prabowo.

Negara-negara tersebut kemudian menunjuk Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani sebagai juru bicara untuk menyampaikan dukungan kepada pihak AS.

“We like your plan. But the problem is not us. The problem is Prime Minister Netanyahu of Israel,” kata Prabowo mengingat pertemuan tersebut.

Seiring perkembangan, gagasan pembentukan BoP muncul dan diadopsi dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Delapan negara tersebut kembali berunding dan akhirnya sepakat bergabung.

Menurut Prabowo, keikutsertaan dalam BoP memberi peluang lebih besar bagi Indonesia untuk memengaruhi kebijakan internasional agar berpihak pada Palestina.

“Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina. Kalau di luar, kita tidak bisa,” tegasnya.

Meski demikian, ia menegaskan Indonesia akan mengevaluasi keanggotaannya. Jika dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional atau perjuangan Palestina, Indonesia tidak akan ragu untuk keluar.

“Kalau tidak ada harapan dan justru kontraproduktif, kita keluar,” ujarnya.

Prabowo berharap langkah ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya perdamaian jangka panjang di Palestina.

“Kita selalu membela kemerdekaan Palestina,” pungkasnya.

Anisha Aprilia/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com