Nasional . 20/03/2026, 12:06 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Momen Idulfitri bukan sekadar ritual tahunan, melainkan panggung syukur bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia. Namun, tahukah Anda bahwa Islam memiliki aturan main yang sangat detail mengenai penampilan lahiriah saat menuju lapangan atau masjid? Menjaga kerapian dan memakai parfum bukan hanya soal estetika, melainkan menjalankan instruksi langsung dari Rasulullah SAW.
Fakta menariknya, Rasulullah SAW memiliki standar khusus dalam berpakaian yang jarang diketahui publik secara mendalam. Beliau tidak asal dalam memilih bahan dan corak saat hari kemenangan tiba.
“Dari Ja‘far Ibnu Muhammad, dari ayahnya, dari kakeknya (dilaporkan) bahwa Nabi SAW selalu memakai wool (burdah) bercorak buatan Yaman pada setiap Id.” (HR. asy-Syafi‘i, No. 441).
Berdasarkan riwayat dari cucu tercinta Nabi, al-Hasan bin Ali, ada standar operasional prosedur (SOP) penampilan yang wajib dipahami setiap muslim sebelum melangkahkan kaki keluar rumah pada 1 Syawal.
Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk melakukan hal-hal berikut:
Ada fenomena menarik di tengah masyarakat kita yang sering terjebak dalam mitos bahwa lebaran wajib memakai baju baru. Secara normatif, istilah "pakaian terbaik" dalam hadis tidak merujuk pada label harga atau tahun pembelian. Islam justru menekankan pada aspek kebersihan, kerapian, dan kepantasan.
Esensi dari berhias di hari raya adalah:
Tujuan utama berhias adalah pengagungan terhadap asma Allah SWT. Islam melarang keras adanya sifat riya atau sombong saat mengenakan pakaian bagus di hari raya.
Kekhidmatan dan ketenangan (sakinah) harus tetap terpancar dari setiap muslim yang hadir di lapangan. Dengan tampil rapi sesuai tuntunan sunnah, umat muslim sebenarnya sedang membangun peradaban yang bersih dan teratur di mata dunia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media