Internasional . 22/03/2026, 06:09 WIB

Trump Tak Takut ‘Vietnam Kedua’, AS Siapkan Ribuan Pasukan Serbu Iran!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Memasuki pekan keempat konflik di Timur Tengah, eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan tanda-tanda memasuki fase baru yang lebih serius.

Pemerintah AS dilaporkan telah mengerahkan lebih dari 2.200 personel tambahan pasukan Marinir ke kawasan tersebut. Langkah ini memicu spekulasi luas bahwa Pentagon tengah mempersiapkan transisi dari strategi serangan udara menuju operasi darat berskala lebih besar.

Pengerahan pasukan dilakukan menggunakan tiga kapal perang Angkatan Laut AS, yakni USS Boxer, USS Comstock, dan USS Portland.

Ketiga kapal ini membawa Unit Ekspedisi Marinir (MEU) ke-11 yang dikenal sebagai salah satu unit tempur cepat dengan kemampuan operasi amfibi.

Pasukan tersebut diberangkatkan dari kawasan Pasifik dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua pekan untuk tiba di Timur Tengah. Hingga kini, tugas resmi mereka belum diumumkan secara rinci kepada publik.

Jika Unit Ekspedisi Marinir ke-11 bergabung dengan MEU ke-31 yang sebelumnya telah diperintahkan bergerak, total kekuatan tambahan AS di kawasan bisa mencapai hampir 9.000 personel.

Para analis militer menilai bahwa komposisi MEU yang mencakup pasukan darat, logistik, dan dukungan udara memungkinkan dilakukannya berbagai jenis operasi, termasuk penggerebekan cepat di wilayah pesisir.

Sejumlah pakar memperkirakan bahwa pengerahan ini berkaitan dengan potensi operasi di titik-titik strategis Iran, seperti Pulau Kharg yang menjadi jalur utama distribusi minyak negara tersebut.

Selain itu, perhatian dunia juga tertuju pada Selat Hormuz, yang merupakan jalur transit bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Jika konflik meluas hingga ke wilayah ini, dampaknya terhadap ekonomi global bisa sangat besar.

Serangan Iran ke Qatar Picu Eskalasi

Eskalasi konflik diduga dipicu oleh serangan balasan Iran terhadap fasilitas energi di Qatar.

Teheran dilaporkan menargetkan Ras Laffan, yang merupakan pusat produksi gas alam cair terbesar di dunia.

Serangan tersebut menyebabkan penurunan kapasitas ekspor LNG Qatar hingga 17 persen dan mendorong lonjakan harga minyak mentah global yang sempat menyentuh angka 119 dolar AS per barel.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com