Internasional . 24/03/2026, 10:21 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Ketegangan di Timur Tengah terus memanas seiring konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Di tengah situasi genting ini, Iran dan Turki melakukan komunikasi intensif melalui jalur diplomatik. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, pada Senin (23/3/2026).
Kontak ini bertujuan mencari jalan keluar agar konflik tidak meluas, khususnya untuk mencegah ketegangan antara Iran dan negara-negara Arab di kawasan
Dalam pembicaraan tersebut, Araghchi menegaskan bahwa tindakan militer Iran merupakan respons atas agresi yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Menurutnya, serangan yang terjadi tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga berdampak pada fasilitas sipil seperti sekolah, rumah sakit, dan kawasan permukiman.
“Serangan terhadap rakyat kami membuat Iran bertekad membalas demi mempertahankan kedaulatan,” ujar Araghchi.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki pilihan lain selain merespons demi menjaga eksistensi negara.
Araghchi juga menyampaikan kekecewaan terhadap sejumlah negara Arab yang dinilai membiarkan wilayah mereka digunakan sebagai pangkalan militer Amerika Serikat.
Menurutnya, hal tersebut justru memperburuk konflik dan memicu serangan balasan Iran ke fasilitas militer di kawasan tersebut.
“Tidak semestinya negara-negara Islam membiarkan wilayahnya digunakan untuk menyerang negara Muslim lainnya,” tegasnya.
Ia menilai sikap negara-negara Arab tersebut bertentangan dengan solidaritas sesama negara berbasis nilai Islam.
Dalam pembicaraan itu, Araghchi juga menyinggung situasi di Selat Hormuz yang kini menjadi sorotan global.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media