Internasional . 25/03/2026, 14:38 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Iran secara terbuka menyerukan pembentukan aliansi keamanan dan militer regional tanpa melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan pasca serangan militer yang melibatkan sejumlah pihak di kawasan.
Juru bicara Markas Besar Khatam Al Anbiya Angkatan Bersenjata Iran, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa sudah saatnya negara-negara Timur Tengah membangun kekuatan sendiri tanpa ketergantungan pada pihak luar.
“Sudah waktunya membentuk aliansi militer tanpa kehadiran Amerika Serikat dan Israel,” ujarnya dalam pernyataan video yang ditujukan kepada dunia Arab dan Islam.
Ia juga menekankan bahwa kerja sama tersebut sebaiknya berlandaskan nilai-nilai Islam dengan Al-Qur’an sebagai dasar utama.
Menurut Iran, negara-negara di kawasan tidak seharusnya bergantung pada kekuatan dari luar wilayah untuk menjamin keamanan mereka.
Zolfaghari menyebut bahwa ketergantungan terhadap negara asing justru berpotensi memperburuk stabilitas kawasan.
“Kita harus bersatu untuk menjaga keamanan bersama dan menjadikan Al-Qur’an sebagai acuan utama dalam membangun kesepakatan regional,” tegasnya.
Pernyataan ini muncul setelah eskalasi konflik yang meningkat sejak akhir Februari 2026. Ketegangan memuncak usai serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta beberapa titik strategis di kawasan Teluk yang terkait dengan kepentingan militer AS.
Dalam pernyataannya, Iran juga mengklaim berada di garis depan dalam membela negara-negara Islam dari ancaman eksternal.
Narasi ini sekaligus mempertegas posisi Iran dalam upaya mendorong terbentuknya blok kekuatan baru di Timur Tengah yang lebih mandiri.
Seruan pembentukan aliansi tanpa AS dan Israel diperkirakan akan memicu dinamika baru dalam hubungan antarnegara di Timur Tengah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media