Nasional . 25/03/2026, 08:27 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Menjelang peralihan musim ke kemarau, cuaca di Indonesia belum sepenuhnya stabil. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru mengingatkan potensi hujan masih akan terjadi di sejumlah wilayah. Bahkan, beberapa daerah berisiko mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dalam waktu dekat.
Informasi ini tentu bikin banyak orang waspada, apalagi aktivitas harian sudah mulai meningkat. Jadi, bagaimana kondisi cuaca terbaru di berbagai kota besar di Indonesia?
Prakirawan BMKG, Sastia, menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi. Wilayah yang perlu perhatian lebih antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Maluku.
Selain itu, kondisi atmosfer saat ini juga mendukung terbentuknya awan hujan di berbagai daerah. Akibatnya, meskipun kemarau mulai mendekat, hujan masih berpotensi turun secara tidak merata.
Beralih ke wilayah Sumatra, sejumlah kota besar menunjukkan pola cuaca yang cukup beragam. Medan diprediksi cerah berawan, sementara Banda Aceh, Tanjung Pinang, Palembang, dan Bengkulu akan mengalami kondisi berawan tebal.
Di sisi lain, hujan ringan masih berpotensi mengguyur beberapa kota seperti Pekanbaru, Padang, Jambi, dan Pangkal Pinang. Artinya, aktivitas luar ruangan tetap perlu mempertimbangkan kondisi cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Untuk wilayah Jawa, dinamika cuaca terlihat lebih variatif. Serang dan Yogyakarta diperkirakan akan diselimuti awan tebal sepanjang hari. Sementara itu, Jakarta, Bandung, dan Surabaya berpotensi mengalami hujan ringan.
Yang perlu diwaspadai, Semarang diprediksi mengalami hujan disertai petir. Kondisi ini tentu meningkatkan risiko gangguan aktivitas, terutama di luar ruangan.
Di Kalimantan, kondisi cuaca juga tidak kalah menarik. Pontianak dan Banjarmasin akan mengalami cuaca berawan. Sementara itu, Palangkaraya dan Tanjung Selor berpotensi diguyur hujan ringan.
Hal berbeda terjadi di Samarinda, di mana udara kabur diprediksi muncul. Kondisi ini bisa memengaruhi jarak pandang, terutama bagi pengguna jalan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media