Internasional . 26/03/2026, 13:39 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah Iran mengizinkan kapal-kapal dari sejumlah negara sahabat untuk melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negara-negara seperti Rusia, China, India, Pakistan, dan Irak tetap diizinkan melintas.
“Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari negara sahabat untuk melewati Selat Hormuz, namun tidak ada alasan bagi kapal-kapal musuh untuk melintas,” ujarnya menurut saluran televisi satelit milik Lebanon, Al Mayadeen dikutip dari Antara, Kamis, 26 Maret 2026.
Dampak Eskalasi Konflik
Ketegangan meningkat sejak serangan yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu aksi balasan dari Iran terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan.
Situasi ini menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.
Pengaruh ke Harga Energi Global
Terganggunya arus distribusi energi dari kawasan tersebut berdampak langsung pada ekspor dan produksi minyak. Akibatnya, harga bahan bakar mengalami kenaikan di berbagai negara.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memicu dampak ekonomi global yang signifikan.
Dengan kebijakan selektif Iran terhadap kapal yang melintas, situasi di kawasan Timur Tengah diperkirakan masih akan bergejolak dalam waktu dekat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media