Internasional . 26/03/2026, 16:54 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – Pemerintah Arab Saudi menyambut baik keputusan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB yang mengeluarkan resolusi terkait dampak serangan tanpa provokasi dari Iran. Langkah ini diambil menyusul serangkaian serangan drone dan rudal yang menyasar Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania dalam beberapa waktu terakhir.
Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan bahwa adopsi resolusi secara konsensus oleh 47 negara anggota dewan tersebut mencerminkan sikap tegas komunitas internasional. Riyadh menilai tindakan Teheran sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia serta kedaulatan wilayah negara-negara di kawasan Teluk.
"Adopsi resolusi ini menunjukkan penolakan bersama dunia internasional terhadap serangan Iran. Kami mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap konvensi dan hukum internasional," tulis Kementerian Luar Negeri Saudi dalam pernyataan resminya, Kamis 26 Maret 2026.
Resolusi yang disahkan pada Rabu 25 Maret 2026 waktu setempat ini mendesak Iran untuk segera menghentikan seluruh serangan yang tidak mendasar. Selain itu, Dewan HAM PBB menyerukan pemberian ganti rugi penuh dan cepat kepada seluruh korban terdampak. Negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) bersama Yordania menekankan bahwa menargetkan negara yang bukan pihak dalam konflik merupakan bentuk agresi yang tidak dapat diterima.
Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah, termasuk menyasar negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Pemerintah Arab Saudi dan sekutu regionalnya menegaskan posisi mereka yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata tersebut. Mereka juga menyatakan tidak mengizinkan wilayah kedaulatan mereka digunakan sebagai basis serangan oleh pihak mana pun. Melalui resolusi PBB ini, negara-negara Teluk menuntut Iran menghormati kedaulatan teritorial dan menjamin keamanan jalur distribusi energi global, termasuk di Selat Hormuz.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media