Internasional . 26/03/2026, 15:41 WIB

Operasi 'YA SHADEED AL-QUWA Iran: Tel Aviv Luluh Lantak

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Langit di atas wilayah pendudukan Tel Aviv berubah menjadi neraka api pada Rabu, 25 Maret 2026. Republik Islam Iran kembali membuktikan gertakannya dengan meluncurkan serangan balasan masif.

Rudal andalan Iran dilaporkan berhasil melumpuhkan sistem pertahanan udara kebanggaan rezim Zionis, Iron Dome dan David's Sling. Rentetan rudal balistik dan drone kamikaze menghantam jantung kota, menyasar fasilitas strategis dan markas pusat komando militer.

Meski sensor ketat diberlakukan oleh otoritas pendudukan, video amatir yang beredar menunjukkan kepanikan luar biasa di sepanjang jalan Tel Aviv, diiringi raungan sirine peringatan yang tak kunjung berhenti.

Ya Shadeed Al-Quwa: Dedikasi untuk Para Pejuang

Teheran secara resmi mengumumkan keberhasilan gelombang ke-80 serangan mereka yang diberi sandi YA SHADEED AL-QUWA.

Frasa "Ya Shadeed al-Quwa" (Wahai Yang Maha Kuat) adalah bagian dari doa atau zikir Syiah yang sering dikaitkan dengan permohonan kekuatan, terutama dalam konteks perlawanan perang.

Dalam konteks Iran, istilah "Quwa" (kekuatan) sering merujuk pada Pasukan Al-Quds (Quds Force), unit elit Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Operasi ini bukan sekadar serangan militer biasa, melainkan sebuah pernyataan politik yang didedikasikan bagi Mohammad Dalvan, seorang pahlawan logistik yang gugur di Lebanon.

Target serangan kali ini merembet jauh melampaui perbatasan. Wilayah komando di Kota Safat, pemukiman Bnei Brak, hingga Kiryat Shmona dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Tidak hanya itu, Iran juga mengonfirmasi serangan yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di Ali Al Salem, Arifjan, Al Zarqa, hingga Sheikh Isa sebagai peringatan bagi sekutu Zionis.

Sebelumnya, pada gelombang ke-79 yang bersandi 'Ya Khayr Al-Fatihin', Iran mengirimkan pesan duka sekaligus amarah.

Serangan tersebut didedikasikan untuk Helma, balita berusia 18 bulan yang menjadi korban agresi penjajah.

Senjata pemusnah yang dikerahkan tidak main-main. Rudal balistik hipersonik dan canggih jenis Kheibar Shekan, Emad, dan Sijjil dikerahkan untuk merontokkan:

  • Fasilitas penerima satelit militer di Ramat Gan.
  • Pangkalan udara di Naqab (Negev).
  • Pusat manajemen krisis militer di Beer Al Sabi.

"Rangkaian operasi ini adalah respons sah dan proporsional atas setiap tetes darah rakyat kami yang tumpah akibat agresi brutal terhadap kedaulatan wilayah Iran," tegas komando militer Teheran dalam pernyataan resminya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com