Internasional . 26/03/2026, 22:16 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Presiden AS Donald Trump mengatakan, Iran “sebaiknya segera serius” terlibat dalam pembicaraan dengan AS untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
"Para negosiator Iran memohon kepada kita untuk membuat kesepakatan, yang seharusnya mereka lakukan karena mereka telah dihancurkan secara militer,” tulis Trump di Truth Social, Kamis, 26 Maret 2026, dikutip Al Arabiya.
“Mereka sebaiknya segera serius, sebelum terlambat, karena begitu itu terjadi, TIDAK ADA JALAN KEMBALI, dan itu tidak akan menyenangkan!” kata Trump, sambil mengkritik Iran karena meremehkan proposal pembicaraan tersebut.
Dalam unggahannya di TruthSocial, Trump mengulangi komentarnya, ketika dia mengatakan Iran sedang bernegosiasi untuk kesepakatan dan ingin mewujudkannya.
Klaim Trump ini bertentangan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ia membantah adanya “negosiasi” dengan pemerintahan di Washington, tetapi mengakui bahwa pesan-pesan sedang dipertukarkan melalui “negara-negara sahabat.”
“Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan,” katanya di televisi pemerintah pada Rabu malam. “Kami tidak berniat untuk bernegosiasi – sejauh ini, belum ada negosiasi yang terjadi,” lanjuta Araghchi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar mengatakan bahwa “pembicaraan tidak langsung AS-Iran sedang berlangsung melalui pesan yang disampaikan oleh Pakistan.”
Ia juga mengkonfirmasi bahwa AS telah menyampaikan proposal 15 poin.
“Amerika Serikat telah menyampaikan 15 poin, yang sedang dibahas oleh Iran. Negara-negara sahabat Turki dan Mesir, antara lain, juga memberikan dukungan mereka terhadap inisiatif ini,” kata Dar.
Tanggapan awal Iran terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang, yang disampaikan kepada Pakistan, adalah bahwa proposal tersebut “sepihak dan tidak adil,” kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters.
Ia menambahkan, bahwa jalan keluar mungkin masih dapat ditemukan jika realisme berlaku di Washington.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa proposal tersebut telah ditinjau secara rinci pada Rabu malam oleh para pejabat senior Iran dan perwakilan pemimpin tertinggi Iran.
“Singkatnya, proposal tersebut menyarankan agar Iran melepaskan kemampuannya untuk membela diri sebagai imbalan atas rencana yang tidak jelas untuk mencabut sanksi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa proposal tersebut tidak memenuhi persyaratan minimum untuk keberhasilan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media