Nasional . 29/03/2026, 16:48 WIB

Banjir Lumpuhkan Jalur Nasional Brebes, Menteri PU Turun Tangan Percepat Penanganan

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung meninjau penanganan pascabanjir yang sempat merendam ruas jalan nasional Ketanggungan–Pejagan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU juga menginstruksikan percepatan pengerukan muara Sungai Babakan sebagai langkah strategis untuk menekan potensi banjir berulang.

Sebelumnya, genangan air sempat terjadi di sejumlah titik, di antaranya kawasan Pertigaan Ketanggungan, Overpass Tol Pejagan, hingga Desa Kemurang, dengan total panjang terdampak lebih dari 2 kilometer.

Sebagai upaya darurat, Kementerian PU melakukan penyedotan air dari badan jalan menggunakan pompa selama kurang lebih enam jam. Selain itu, sumber genangan juga ditutup dengan sekitar 550 karung sandbag, serta pengerahan alat berat berupa truck crane guna mempercepat proses penanganan di lokasi.

Saat ini, genangan dilaporkan mulai surut dan akses jalan sudah kembali dapat dilalui kendaraan.

Menteri Dody menegaskan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya difokuskan pada badan jalan, melainkan harus menyentuh sistem aliran sungai, khususnya di bagian hilir.

"Pengalaman kita di Aceh, untuk sungai dengan kondisi seperti ini, penanganan paling cepat adalah dengan membereskan bagian muaranya terlebih dahulu," kata Menteri Dody, Minggu, 29 Maret 2026.

"Aliran air harus dipercepat menuju laut agar tidak meluap ke jalan," sambung Dody.

Untuk itu, ia mengarahkan agar pengerukan muara Sungai Babakan diprioritaskan lebih awal, meskipun penanganan sungai secara keseluruhan dirancang dalam skema multiyears.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan limpasan air ke jalan nasional, terutama menjelang musim hujan berikutnya.

Selain pengerukan, Menteri Dody juga menyoroti pentingnya pembangunan struktur pengaman berupa jeti di sisi kanan dan kiri muara. Tujuannya untuk mencegah sedimentasi kembali masuk ke sungai sekaligus menjaga kelancaran aliran air ke laut.

"Pembersihan muara tidak cukup hanya dikeruk, tetapi harus dilengkapi dengan pembangunan jeti agar sedimen tidak kembali masuk ke sungai. Dengan begitu aliran bisa lebih lancar dan risiko banjir berkurang," ungkapnya.

Penanganan muara Sungai Babakan ditargetkan rampung pada akhir 2026, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan dalam mengurangi potensi banjir yang berdampak pada konektivitas jalan nasional.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, Kementerian PU juga melakukan pengendalian banjir di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Babakan melalui normalisasi sungai, perkuatan tebing, serta pembangunan berbagai fasilitas pengendali banjir lainnya guna meningkatkan kapasitas aliran dan menekan risiko luapan saat curah hujan tinggi.

Candra Pratama/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com