3 Juta Rumah . 29/03/2026, 18:52 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Admin
fin.co.id - Jakarta tak pernah berhenti berbenah, terutama dalam mengatasi wajah kumuh perkotaan. Kali ini, pemerintah pusat tak tinggal diam. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, turun langsung meninjau lahan strategis di Senen, Jakarta Pusat. Ini bukan kunjungan biasa, melainkan langkah konkret menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan hunian layak bagi warga.
Lahan seluas 1,61 hektare ini, yang merupakan aset PT Angkasa Pura Indonesia, dipersiapkan menjadi solusi cepat. Tujuannya jelas: merelokasi warga yang saat ini terpaksa tinggal di bantaran rel kereta api. Bayangkan saja, hidup di tepi rel kereta api, risiko kecelakaan dan ketidaknyamanan pasti menyertai. Kini, mimpi buruk itu akan segera terganti oleh kehidupan yang lebih aman dan layak.
Menteri Maruarar Sirait membuktikan bahwa pemerintah bergerak serius. Pada Minggu, 29 Maret 2026, ia telah berada di Jalan Kramat Raya Senen. Lokasi ini menjadi titik awal dari sebuah mega proyek pembangunan rumah susun.
Menteri Maruarar melihat langsung potensi lahan 1,61 hektare milik PT Angkasa Pura Indonesia. Area ini tak disiapkan sembarangan. Ia mempersiapkannya secara khusus, sebagai tindak lanjut perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Perintah tersebut menekankan pembangunan rumah susun (rusun) baru. Tugas utama rusun ini adalah merelokasi warga yang kini menghuni bantaran rel kereta api di wilayah Senen, Jakarta Pusat.
Proyek ini bukan sekadar inisiatif tunggal. Menteri PKP menegaskan ini adalah hasil kolaborasi luar biasa. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga sektor swasta, semua bersatu padu. Ia menambahkan bahwa skema pasti pembangunannya akan segera difinalisasi. Rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dijadwalkan segera untuk mengambil keputusan final.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat menunjukkan komitmen luar biasa. Mereka siap memberikan dukungan penuh, terutama untuk mempercepat proses perizinan. Percepatan ini sangat krusial agar pembangunan bisa segera bergulir. "Kita bersinergi antara pemerintah pusat, Kementerian PKP, Danantara, BP BUMN, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota," ujar Menteri PKP.
Ia menekankan urgensi dan kolaborasi yang terjalin. "Yang pasti rusun ini akan segera dibangun. Perizinan akan dibantu sepenuhnya oleh pemerintah daerah," tambahnya dengan optimis.
Menyediakan hunian layak bagi warga yang membutuhkan bukanlah tugas yang mudah. Oleh karena itu, pemerintah tengah mengkaji beberapa skema pembangunan rusun yang paling efektif. Ini demi memastikan proyek berjalan efisien dan memberikan manfaat maksimal bagi warga.
Salah satu opsi menarik datang dari Perum Perumnas. Mereka siap membangun rusun dengan kapasitas 1.000 unit, terbagi dalam dua tower. Pendanaan untuk opsi ini rencananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan memberikan dukungan vital berupa subsidi dan penyediaan utilitas. Dukungan ini tentu sangat berarti untuk meringankan beban pembangunan.
Tak hanya Perumnas, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga menunjukkan keseriusannya. Mereka menawarkan diri untuk membangun sembilan tower. Setiap tower akan memiliki empat lantai, dengan total kapasitas 690 unit hunian. Keunggulan lain dari tawaran Tzu Chi adalah kelengkapan fasilitasnya. Mereka siap menyediakan ruang komunal dan gedung serbaguna, menciptakan lingkungan hunian yang lebih nyaman dan fungsional. Ini tentu jadi nilai tambah yang membuat warga semakin antusias.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media