Ekonomi . 29/03/2026, 13:12 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali menjadi sorotan menjelang 1 April 2026. Seperti yang sudah menjadi pola, penyesuaian harga BBM biasanya dilakukan setiap awal bulan oleh berbagai operator SPBU di Indonesia.
Kondisi ini memicu spekulasi di masyarakat: apakah harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar akan ikut naik bulan depan?
Sejumlah negara di Asia Tenggara mulai melakukan penyesuaian harga BBM akibat tekanan global.
Thailand, misalnya, resmi menaikkan harga BBM sejak 26 Maret 2026. Kenaikannya cukup signifikan, mencapai sekitar 6 baht per liter (setara Rp3.000), atau naik sekitar 14–22 persen.
Langkah ini diambil untuk mengurangi beban subsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik.
Sementara itu, Filipina menghadapi kondisi yang lebih berat. Negara tersebut dilaporkan mengalami krisis energi, dengan harga bensin dan solar melonjak hingga lebih dari dua kali lipat.
Kenaikan harga minyak global dinilai akan berdampak pada Indonesia. Ekonom Universitas Negeri Surabaya, Hendry Cahyono, menyebut pemerintah menghadapi dilema besar.
Di satu sisi, pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat. Namun di sisi lain, tekanan terhadap APBN juga semakin besar.
"Kenaikan harga minyak dunia bisa menekan anggaran negara. Pemerintah harus memilih antara menahan harga dengan risiko defisit atau menaikkan harga dengan risiko inflasi,” jelasnya.
Perkiraan Harga BBM Subsidi April 2026
Jika harga minyak dunia berada di kisaran 85–92 dolar AS per barel, maka harga BBM subsidi diperkirakan akan mengalami kenaikan sebagai berikut:
Pertalite: Rp10.500 – Rp11.000 per literSolar subsidi: Rp7.150 – Rp7.500 per liter
Namun, jika harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel, kenaikan bisa lebih tinggi:
Pertalite: Rp11.500 – Rp12.000 per literSolar subsidi: Rp7.800 – Rp8.200 per liter
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media