Nasional . 30/03/2026, 22:43 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami erupsi pada Senin malam, tepat pukul 21.06 WIB. Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Lumajang, letusan tersebut melontarkan abu vulkanik setinggi 600 meter dari kawah atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Petugas pengamat, Yadi Yuliandi, menjelaskan bahwa kolom abu tersebut berwarna kelabu pekat dan bergerak menuju arah selatan. Alat seismograf merekam getaran erupsi dengan amplitudo maksimal 22 mm selama 158 detik. Peristiwa ini menambah daftar panjang rentetan aktivitas vulkanik di perbatasan Lumajang dan Malang sepanjang hari ini.
Hingga Senin malam, petugas mencatat setidaknya sudah terjadi 10 kali letusan dari puncak Semeru. Rentetan erupsi ini bermula sejak dini hari pukul 00.44 WIB. Meskipun beberapa kali letusan tidak terlihat secara visual karena faktor cuaca, aktivitas kegempaan menunjukkan bahwa dapur magma Semeru masih sangat aktif. Bahkan, saat laporan petugas dirilis, proses erupsi masih terus berlangsung.
Saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat sekitar maupun para wisatawan. Petugas mengeluarkan instruksi tegas agar tidak ada aktivitas manusia di sektor tenggara, terutama di sepanjang wilayah Besuk Kobokan.
Larangan beraktivitas ini berlaku hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, masyarakat harus menjauhi area sempadan sungai atau tepian sungai dalam radius 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko luapan awan panas maupun aliran lahar dingin yang bisa menjangkau hingga jarak 17 kilometer dari puncak gunung.
Pihak berwenang juga melarang keras segala bentuk kegiatan dalam radius 5 kilometer dari kawah utama. Area ini sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang dapat terjadi sewaktu-waktu saat letusan berlangsung. Keselamatan warga menjadi prioritas utama, mengingat karakter Semeru yang sulit terprediksi secara instan.
Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak Semeru. Fokus utama pengawasan berada di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Jangan lupakan juga potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari jalur utama Besuk Kobokan, terutama jika hujan deras mengguyur wilayah puncak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media