Nasional . 30/03/2026, 20:43 WIB

Kemenhaj Siapkan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah untuk Musim Haji 2026

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Pemerintah Indonesia secara resmi memperkuat skema layanan kesehatan bagi jemaah haji pada musim haji 1447 H/2026 M. Seperti diketahui, beberapa bulan lagi musim haji akan segera tiba.

Langkah strategis ini diambil guna menyesuaikan kebijakan terbaru dari Pemerintah Arab Saudi yang mengatur rasio pelayanan medis secara lebih spesifik. Penyesuaian ini bertujuan untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan penanganan kesehatan yang cepat dan tepat selama menjalankan ibadah di tanah suci.

Sebaran Klinik Kesehatan di Sektor Makkah dan Madinah

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, mengungkapkan bahwa aturan baru menetapkan satu klinik kesehatan minimal melayani 5.000 jemaah. Menanggapi regulasi tersebut, pemerintah akan mendirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor wilayah Makkah. Sementara itu, untuk wilayah Madinah, tersedia 5 klinik kesehatan yang beroperasi di 5 sektor berbeda.

Selain fasilitas di tingkat sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga tetap beroperasi sebagai pusat rujukan utama di kedua kota suci tersebut. Penambahan titik layanan ini diharapkan mampu memperpendek jarak jangkauan jemaah saat membutuhkan bantuan medis darurat maupun konsultasi kesehatan rutin.

Sistem Rujukan Berbasis Tingkat Keparahan Penyakit

Salah satu inovasi penting dalam operasional haji tahun ini adalah penggunaan pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan atau severity level penyakit. Petugas kesehatan kloter akan dibekali kemampuan untuk mendiagnosis kondisi jemaah secara cepat. Sistem ini membantu petugas menentukan apakah pasien cukup ditangani di KKHI atau harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi.

Pendekatan ini sangat krusial agar jemaah mendapatkan pertolongan medis yang sesuai dengan kondisi fisik mereka. Selain itu, untuk menjamin mutu layanan sesuai standar internasional, Saudi German Hospital ditunjuk sebagai penyedia layanan kesehatan swasta terakreditasi yang melakukan supervisi dan pengawasan selama musim haji berlangsung.

Distribusi Obat dan Peran Tenaga Kesehatan Kloter

Mengenai ketersediaan logistik medis, pemerintah memastikan distribusi obat-obatan berjalan lancar. Suplai obat akan dikirimkan langsung dari KKHI Makkah dan Madinah menuju tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jemaah di hotel-hotel. Dengan pola ini, jemaah tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan kebutuhan obat dasar.

Tips Menjaga Kondisi Fisik bagi Jemaah Haji

Menjelang keberangkatan, jemaah diimbau untuk menjaga kesehatan sejak dini melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Liliek Marhaendro Susilo menyarankan beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan jemaah setiap hari:

  • Rutin mencuci tangan sebelum makan untuk menghindari infeksi.
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan porsi yang cukup.
  • Melakukan olahraga ringan minimal 30 menit setiap hari untuk menjaga stamina.
  • Memastikan waktu istirahat cukup dengan tidur minimal enam jam setiap malam.
  • Menjaga pikiran tetap positif guna menghindari stres sebelum keberangkatan.

Bagi jemaah yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai resep dokter menjadi hal yang wajib dilakukan. Kesiapan fisik yang prima, ditambah dengan kekuatan spiritual melalui zikir dan doa, menjadi kunci utama agar ibadah haji 2026 dapat berjalan dengan lancar, sehat, dan mabrur.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com