Nasional . 30/03/2026, 06:41 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Pemerintah pusat telah memberikan kepastian mengenai realisasi dua proyek strategis nasional yang akan segera dibangun di Kabupaten Maluku Tengah dalam waktu dekat.
Kehadiran proyek skala besar ini diharapkan menjadi mesin pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja yang sangat luas bagi masyarakat setempat.
Kepastian mengenai pembangunan infrastruktur industri ini disampaikan langsung oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, usai dirinya melakukan pertemuan strategis dengan Direktur Jenderal Perkebunan untuk mematangkan rencana tersebut.
Zulkarnain menyebutkan bahwa proses pembangunan fisik akan segera dimulai dalam waktu dekat yang ditandai dengan agenda peletakan batu pertama secara resmi.
“Dua proyek strategis nasional dipastikan akan dibangun di Maluku Tengah. Groundbreaking (peletakan batu pertama-red) direncanakan akan dihadiri bapak Presiden Prabowo Subianto.” ujar Bupati. Langkah ini menunjukkan betapa krusialnya posisi Maluku Tengah dalam peta pembangunan industri nasional di wilayah timur Indonesia.
Dua proyek prestisius yang dimaksud meliputi pembangunan pabrik kelapa terintegrasi dengan nilai investasi fantastis mencapai sekitar Rp500 miliar serta pabrik pengolahan pala senilai Rp140 miliar.
Seluruh pelaksanaan proyek ini akan dikelola oleh PTPN dengan target pelaksanaan peletakan batu pertama dalam satu hingga dua bulan mendatang. Menurut Zulkarnain, pabrik kelapa terintegrasi tersebut nantinya akan mengolah komoditas lokal menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional.
"Pabrik kelapa terintegrasi nantinya akan memproduksi berbagai produk turunan bernilai tinggi, seperti medium chain triglycerides (MCT), tepung kelapa, hingga arang aktif, congan kapasitas produksi mencapai 300.000 butir kelapa per hari. Sementara itu, pabrik pengolahan pala akan difokuskan pada produksi oleoresin yang ditujukan untuk memenuhi standar pasar ekspor global." jelas Zulkarnain.
Sementara itu, pabrik pala akan secara khusus difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor yang terus meningkat.
Tak hanya sekadar mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, proyek strategis ini juga diproyeksikan bakal memberikan dampak sosial ekonomi yang sangat besar terutama terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Sekitar 10.000 lapangan pekerjaan diperkirakan akan tercipta dari kehadiran dua industri besar tersebut sehingga mampu menekan angka pengangguran di wilayah Maluku.
Selain itu, pemerintah daerah juga secara aktif menggandeng Danantara dalam pengembangan proyek ini dengan PTPN berperan sebagai penghubung utama antara para petani lokal dengan industri modern termasuk membuka akses ke pasar internasional.
Bupati Zulkarnain menilai langkah besar ini menjadi momentum yang sangat penting bagi Maluku Tengah dalam memperkuat transformasi ekonomi berbasis sumber daya lokal menuju arah industri yang jauh lebih maju dan kompetitif.
"Insya Allah, dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, Maluku Tengah kini bersiap memasuki babak baru sebagai salah satu pusat pengolahan komoditas unggulan di Indonesia timur." tukas Zulkarnain. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media