Nasional . 02/04/2026, 13:42 WIB

BMKG Deteksi 48 Gempa Susulan di Sulut; Tsunami Terpantau di Lima Titik Pesisir

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id - Kondisi tektonik di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara masih menunjukkan aktivitas tinggi pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 pada Kamis pagi 2 April 2026. Hingga pukul 09.50 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi puluhan gempa susulan yang mengguncang kawasan tersebut.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida R, mengonfirmasi bahwa frekuensi aftershock atau gempa susulan terus terpantau oleh sistem sensor gempa nasional. Kekuatan gempa susulan tersebut bervariasi, dengan catatan magnitudo terbesar mencapai M 5,5.

"Hingga pukul 09.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 48 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 5,5," ungkap Nelly Florida dalam keterangan resminya.

Sebaran Getaran dan Dampak Kerusakan

Gempa utama yang berpusat di laut pada jarak 129 km arah tenggara Bitung ini berdampak luas di tiga provinsi, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Di Kota Ternate, guncangan mencapai skala intensitas V-VI MMI yang mengakibatkan plafon bangunan runtuh dan kepanikan massal. Sementara di Manado, getaran IV-V MMI cukup kuat untuk membangunkan hampir seluruh warga.

Laporan kerusakan infrastruktur mulai masuk ke pusat data BMKG dan BPBD. Beberapa titik yang teridentifikasi mengalami kerusakan antara lain:

Gedung KONI Sario, Manado

Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Kota Ternate

Sebagai langkah antisipasi dan pengumpulan data lebih mendalam, Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyatakan pihaknya segera mengirimkan tim ahli ke lokasi. Tim tersebut akan melakukan pemetaan makroseismik untuk melihat sebaran kerusakan serta memasang alat seismograf portabel di wilayah Ternate dan Maluku Utara.

Data Terbaru Ketinggian Tsunami di 5 Wilayah

Selain aktivitas kegempaan, BMKG juga merilis data resmi terkait observasi muka air laut. Setidaknya terdapat lima titik pesisir di Sulawesi Utara dan Maluku Utara yang menangkap sinyal gelombang tsunami dengan ketinggian beragam:

Minahasa Utara: Mencatat kenaikan tertinggi mencapai 0,75 meter pada pukul 06.18 WIB.

Belang : Terpantau gelombang setinggi 0,68 meter pada pukul 06.36 WIB.

Sidangoli: Terdeteksi ketinggian gelombang 0,35 meter pada pukul 06.16 WIB.

Halmahera Barat: Gelombang setinggi 0,30 meter pada pukul 06.08 WIB.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com