Internasional . 03/04/2026, 13:23 WIB

Penghormatan Terakhir PBB untuk Tiga Ksatria TNI yang Gugur di Lebanon Selatan

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id - Dunia internasional memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur saat mengemban misi perdamaian di Lebanon Selatan. Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara pelepasan jenazah yang penuh haru di Bandara Internasional Rafik Hariri, Beirut, pada Jumat, 2 April 2026 waktu setempat.

Ketiga prajurit tersebut kehilangan nyawa dalam dua insiden terpisah yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi luar biasa mereka, PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon menganugerahkan medali penghargaan secara anumerta kepada para pahlawan tersebut.

Prosesi Haru di Beirut

Kepala Misi sekaligus Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, memimpin langsung jalannya upacara. Hadir pula Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Imran Riza, serta Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Lebanon, Dicky Komar. Kehadiran para petinggi ini menunjukkan betapa besarnya kontribusi kontingen Indonesia dalam menjaga stabilitas di wilayah konflik tersebut.

Dalam pidatonya, Mayor Jenderal Abagnara menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga besar TNI dan kerabat yang ditinggalkan. Ia memuji keberanian ketiga prajurit yang tetap teguh menjalankan tugas meski berada di bawah ancaman bahaya yang nyata.

"Mereka datang jauh dari tanah air dengan satu tujuan: untuk melayani perdamaian. Mereka melakukannya dengan keberanian, dengan kehormatan, hingga titik darah penghabisan. Mereka tidak akan pernah dilupakan dan akan tetap menjadi bagian dari misi ini selamanya," tegas Abagnara.

Kronologi Insiden yang Merenggut Nyawa Prajurit

Gugurnya ketiga prajurit ini terjadi di tengah situasi keamanan yang sangat dinamis di perbatasan Lebanon. Berikut adalah rincian insiden yang terjadi:

Minggu, 29 Maret: Kopral Farizal Rhomadhon (28) gugur setelah sebuah proyektil meledak tepat di posisi UNIFIL dekat wilayah Adchit Al Qusayr. Peristiwa ini juga menyebabkan seorang personel lainnya mengalami luka kritis.

Senin, 30 Maret: Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar (33) dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan (26) gugur saat kendaraan operasional mereka hancur akibat ledakan di pinggir jalan dekat kawasan Bani Hayyan. Insiden ini juga mengakibatkan satu personel luka berat dan satu lainnya luka ringan.

Kecaman Keras dari Sekretaris Jenderal PBB

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengeluarkan pernyataan keras yang mengutuk rangkaian peristiwa yang merenggut nyawa para penjaga perdamaian asal Indonesia tersebut. Ia mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk mematuhi hukum internasional serta menjamin keamanan bagi personel dan aset PBB yang bertugas di lapangan.

Guterres memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh personel pria dan wanita pemberani yang bergabung dalam misi UNIFIL. Kehilangan tiga putra terbaik Indonesia ini menjadi pengingat bagi dunia akan risiko besar yang dihadapi oleh para penjaga perdamaian demi terciptanya tatanan dunia yang lebih aman dan harmonis.

Seluruh jenazah kini dalam proses pemulangan ke tanah air untuk dimakamkan dengan upacara militer di daerah asal masing-masing. Bangsa Indonesia berduka, namun sekaligus bangga atas pengabdian tanpa batas yang telah ditunjukkan oleh para prajurit terbaiknya di kancah internasional.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com