Ekonomi . 03/04/2026, 10:33 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Hingga pengujung Februari 2026, bank plat merah ini sukses menggelontorkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp31,42 triliun. Angka fantastis ini membuktikan agresivitas BRI dalam mendukung program Asta Cita pemerintah yang menempatkan pelaku usaha kecil sebagai fondasi utama kekuatan finansial bangsa.
Realisasi tersebut mencapai 17,46 persen dari total plafon jumbo senilai Rp180 triliun yang dimandatkan pemerintah kepada BRI sepanjang tahun ini. Tidak kurang dari 643 ribu debitur UMKM di pelosok negeri telah merasakan langsung kucuran modal ini, sebuah sinyal positif bahwa gairah usaha mikro dan menengah sedang berada di titik tertinggi.
BRI tidak sekadar mengejar kuantitas angka, namun sangat selektif dalam memastikan kredit bersifat produktif. Fokus utama penyaluran diarahkan pada sektor-sektor riil yang memberikan dampak instan bagi masyarakat. Sektor produksi memegang porsi terbesar dengan angka mencapai 64,13 persen, mencakup industri pengolahan, perikanan, hingga jasa produktif.
Sektor pertanian tercatat sebagai kontributor paling dominan dalam penyerapan dana ini. Nilai pembiayaan yang mengalir ke para petani mencapai Rp13,25 triliun atau setara 42,18 persen dari total penyaluran. Langkah strategis ini mempertegas posisi BRI dalam menjaga kedaulatan pangan nasional sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat perdesaan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa perseroan berkomitmen penuh berjalan beriringan dengan pelaku usaha kecil. Menurutnya, akses permodalan harus sepaket dengan pendampingan agar usaha masyarakat bisa berkembang secara berkelanjutan.
“Penyaluran KUR tidak hanya difokuskan pada pembiayaan semata, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitasnya dan naik kelas,” tegas Hery.
Data internal menunjukkan keberhasilan strategi ini, di mana sekitar 213 ribu debitur KUR BRI berhasil meningkatkan kapasitas usahanya atau "naik kelas" hingga Februari 2026. Angka tersebut sudah memenuhi 22,23 persen dari target kenaikan kelas debitur yang ditetapkan untuk sepanjang tahun ini.
Jangkauan layanan keuangan BRI juga mencatatkan rekor baru dalam hal inklusivitas. Saat ini, sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia telah mengakses fasilitas KUR BRI. Rasio ini terus menanjak konsisten dari angka 17 rumah tangga pada 2024 dan 18 rumah tangga pada 2025.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin melek finansial dan percaya pada institusi perbankan formal. Meski ekspansi dilakukan secara masif ke wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau, BRI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking).
Manajemen memastikan bahwa pengelolaan risiko tetap menjadi prioritas utama. Hal ini penting mengingat sumber dana KUR berasal dari simpanan masyarakat yang dihimpun perbankan, sehingga akuntabilitas dan kualitas kredit harus tetap terjaga di level terbaik. Dengan tren positif ini, BRI optimistis target penyaluran tahunan akan tercapai tepat waktu guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media