Internasional . 06/04/2026, 06:31 WIB

Ditembak Jatuh Iran: Drama 24 Jam Pilot F-15E AS Sembunyi di Gunung Sebelum Dievakuasi

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id - Sebuah drama penyelamatan militer paling berisiko dalam sejarah modern Amerika Serikat baru saja terjadi di wilayah barat daya Iran. Di tengah kecamuk perang yang meletus sejak akhir Februari lalu, Satuan Khusus Navy SEAL Team 6 berhasil mengevakuasi pilot jet tempur F-15E yang sempat dinyatakan hilang setelah pesawatnya ditembak jatuh oleh pertahanan udara Teheran, Jumat 3 Aoril 2026.

Operasi ini menjadi sorotan dunia karena melibatkan pengejaran intensif selama lebih dari 24 jam. Pilot Amerika tersebut harus bertahan hidup di medan ekstrem, bersembunyi di celah-celah gunung wilayah selatan Iran guna menghindari kepungan pasukan darat Iran yang terus menyisir lokasi jatuh pesawat.

"Prajurit pemberani ini berada di gunung Iran, tepat di garis belakang musuh. Ia diburu oleh tentara Iran yang terus mendekat setiap jam," ungkap Presiden AS Donald Trump melalui pernyataan resminya.

Perburuan di Celah Gunung dan Sayembara Teheran

Situasi di lapangan dilaporkan sangat dinamis. Pemerintah Iran bahkan sempat membuka sayembara dengan imbalan besar bagi siapa saja yang berhasil menemukan atau menangkap pilot jet tempur AS tersebut. Namun, pihak Pentagon bergerak lebih cepat dengan meluncurkan gempuran udara masif untuk memukul mundur konvoi tentara Iran yang mendekati titik persembunyian pilot.

Pejabat militer AS menyebut sang pilot berhasil melakukan prosedur darurat dan bersembunyi dengan sangat baik meskipun mengalami luka-luka. "Pilot yang diselamatkan mengalami cidera, tetapi kondisinya dipastikan akan stabil," tambah Trump yang mengeklaim operasi ini berjalan tanpa ada korban jiwa dari pihak AS.

Klaim Kontradiktif di Selat Hormuz

Di sisi lain, ketegangan juga pecah di wilayah perairan. Selain jet F-15E, pesawat tempur A-10 Warthog dilaporkan jatuh di kawasan Teluk Persia, dekat Selat Hormuz, pada waktu yang hampir bersamaan. Meski pilot A-10 berhasil dievakuasi, penyebab jatuhnya pesawat pendukung serangan darat ini masih menjadi perdebatan.

Teheran mengeklaim bahwa sistem pertahanan udara mereka sukses merontokkan kedua pesawat tersebut. Sebaliknya, Washington tetap menunjukkan sikap jemawa atas keberhasilan evakuasi tersebut.

"Fakta bahwa militer AS berhasil mengeksekusi operasi ini tanpa ada warga Amerika yang terbunuh adalah tanda bahwa kita masih mendominasi wilayah udara," tegas pihak Gedung Putih.

Misi ini kini tercatat sebagai salah satu operasi pencarian dan penyelamatan tempur (Combat Search and Rescue) paling berbahaya, mengingat posisi pilot yang berada jauh di dalam teritori lawan yang memiliki sistem pertahanan aktif.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com