Internasional . 06/04/2026, 13:20 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - Serangan udara Iran menghantam pusat pemukiman penduduk di kota Haifa, Israel Utara, pada Minggu 5 April 2026 sore waktu setempat. Sebuah rudal dilaporkan menghantam langsung gedung apartemen tujuh lantai hingga mengakibatkan sebagian struktur bangunan runtuh total. Insiden maut ini menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai sejumlah warga sipil lainnya.
Tim penyelamat dari Layanan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel segera menyisir reruntuhan beton guna mencari korban yang terjebak. Militer Israel mengonfirmasi bahwa proyektil tersebut meluncur langsung dari wilayah Iran sekitar pukul 15.00 waktu setempat, hanya berselang beberapa menit setelah peringatan dini aktif.
"Kami menghadapi lokasi kehancuran yang sangat besar," ungkap Elad Edri, Kepala Staf Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel, dalam keterangan resminya yang dikutip dari AFP, Senin 6 April 2026.
Upaya pencarian berlangsung dramatis di tengah kepulan asap dan tumpukan material bangunan. Petugas menggunakan alat penerangan intensitas tinggi untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan di bawah blok beton yang berserakan. Awalnya, otoritas setempat melaporkan empat orang hilang, namun dua di antaranya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Layanan darurat Magen David Adom (MDA) melaporkan bahwa serangan ini juga melukai empat orang lainnya. Salah satu korban luka merupakan bayi berusia 10 bulan yang menderita cedera serius di bagian kepala. Selain itu, seorang pria lanjut usia berumur 82 tahun dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis akibat terkena hantaman benda berat dan efek ledakan, meski belakangan kondisinya dinyatakan mulai stabil.
"Gedung itu hancur akibat dampak langsung rudal yang ditembakkan dari Iran," tegas juru bicara militer Israel kepada awak media.
Serangan di Haifa ini menandai eskalasi serius dalam konflik regional yang kian memanas. Lokasi apartemen yang menjadi sasaran berada di kawasan padat penduduk, sehingga dampak ledakan memicu kepanikan luar biasa. Rekaman video di lokasi menunjukkan puluhan personel keamanan dan medis dikerahkan untuk mengevakuasi korban menggunakan tandu di sepanjang jalan yang tertutup debu reruntuhan.
Hingga saat ini, pasukan penyelamat masih terus bersiaga di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan lintas batas yang melibatkan serangan rudal jarak jauh, yang memicu kekhawatiran global akan pecahnya perang terbuka yang lebih luas di Timur Tengah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media