Viral . 06/04/2026, 14:01 WIB

TERBONGKAR! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri‘ Viral 7 Menit Part 1 & Part 2 BUKAN dari Indonesia, Ini FAKTANYA

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id – Konten video berdurasi 7 menit berjudul “Ibu Tiri vs Anak Tiri” yang viral hingga kini masih memicu penasaran publik. Namun di balik viralnya konten itu, muncul dugaan kuat konten tersebut bukan berasal dari Indonesia. Tetapi justru menjadi alat jebakan digital berbahaya.

Lonjakan pencarian yang drastis pada akhir Maret 2026 memunculkan kekhawatiran serius. Banyak pihak menilai fenomena ini bukan sekadar tren biasa, melainkan bagian dari strategi manipulasi digital untuk mengeksploitasi rasa penasaran publik.

Meski narasi video dibuat seolah-olah terjadi di Indonesia, berbagai indikasi justru menunjukkan sebaliknya. Tidak ditemukan percakapan, tulisan, maupun simbol budaya yang mengarah ke identitas lokal.

Diketahui ada 2 versi video: Part 1 dan Part 2. Lokasi dalam video—mulai dari kebun sawit hingga dapur—diduga berada di kawasan ASEAN.

Namun bukan Indonesia. Penyematan narasi lokal diyakini sebagai strategi untuk meningkatkan engagement dan memancing klik. Tujuannya sederhana: membuat publik percaya dan penasaran.

Ciri-Ciri Konten Manipulatif 'Ibu Tiri vs Anak Tiri'

Berdasarkan pengamatan pakar siber, konten ini memiliki beberapa kejanggalan yang mencolok:

1. Identitas Anonim: Tidak ada percakapan atau simbol (seperti bahasa atau plat kendaraan) yang menunjukkan identitas Indonesia.

2. Narasi Provokatif: Sengaja menggunakan kata kunci yang sensitif untuk memicu reaksi cepat tanpa berpikir panjang.

3. Tautan Tidak Lazim: Mengarahkan pengguna ke situs pendek (shortlink) yang mencurigakan dan penuh dengan iklan pop-up berbahaya.

Fenomena ini kini dikaitkan dengan praktik social engineering atau rekayasa sosial dalam dunia siber. Teknik ini memanfaatkan psikologi manusia, khususnya rasa penasaran dan FOMO (Fear of Missing Out).

Alih-alih berpikir kritis, banyak pengguna internet justru tergesa-gesa mengklik tautan tanpa memverifikasi sumbernya. Para pelaku memanfaatkan teknik manipulasi SEO agar tautan berbahaya muncul di hasil pencarian teratas saat kata kunci viral diketik.

Dari Phishing Hingga APK Berbahaya

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com