Nasional . 07/04/2026, 05:35 WIB

WASPADALAH! Sumsel Dikepung Campak, 4 Daerah Ini Resmi Ditetapkan Berstatus KLB, Cek Daftarnya Sekarang!

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - – Situasi kesehatan di Sumatera Selatan tengah dalam kondisi siaga satu setelah Kementerian Kesehatan menetapkan empat wilayah di provinsi tersebut ke dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Kabar mengejutkan ini dikonfirmasi langsung oleh Dinas Kesehatan setempat setelah hasil uji laboratorium menunjukkan lonjakan angka yang signifikan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Ira Primadesa, mengungkapkan bahwa wilayah yang terdampak meliputi pusat kota hingga kabupaten. Empat daerah tersebut yakni Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

“Di Sumsel, ada empat daerah yang ditetapkan sebagai KLB campak,” katanya saat memberikan keterangan di Palembang pada hari Senin.

Lebih lanjut, Ira merinci bahwa dari empat wilayah tersebut, dua di antaranya telah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium secara intensif, yakni Palembang dan Prabumulih.

Palembang Jadi Sorotan Utama

Kota Palembang mencatatkan angka yang cukup mencolok dengan total 578 kasus suspek. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 kasus dinyatakan positif. Data menunjukkan bahwa kasus-kasus positif ini terkonsentrasi pada awal tahun 2026.

“Pada Januari terdapat 60 kasus positif dari 127 suspek, Februari 30 kasus positif dari 255 suspek, dan Maret 196 suspek tanpa kasus positif,” jelasnya.

Kondisi serupa terjadi di Kota Prabumulih dengan 76 kasus suspek dan 16 kasus positif. Seluruh kasus positif di Prabumulih ditemukan pada bulan Januari (16 kasus dari 33 suspek), sementara periode Februari dan Maret tercatat nihil kasus positif meski ribuan suspek terus dipantau.

Status KLB Suspek di Banyuasin dan Muratara

Selain dua kota besar tersebut, Kabupaten Banyuasin dan Musi Rawas Utara (Muratara) juga tidak luput dari ancaman. Banyuasin mencatatkan 15 kasus suspek dengan lima positif, sementara Muratara memiliki 66 suspek dengan delapan kasus positif.

Hingga tanggal 30 Maret 2026, total akumulasi kasus campak di Sumatera Selatan secara keseluruhan telah menyentuh angka yang mengkhawatirkan, yakni 1.243 kasus suspek dengan 184 kasus positif.

Langkah Darurat dan Pentingnya Imunisasi

Menghadapi situasi genting ini, Dinas Kesehatan menekankan bahwa percepatan imunisasi adalah harga mati untuk memutus rantai penularan. Upaya ini membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar cakupan imunisasi bisa merata di setiap sudut wilayah.

“Diperlukan peningkatan cakupan imunisasi rutin yang tinggi dan merata serta pelaksanaan imunisasi massal di daerah KLB,” ujarnya.

Ira Primadesa menegaskan bahwa tren kasus yang ada merupakan sinyal kuat bagi seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tidak lengah. Kewaspadaan tinggi dan upaya pencegahan intensif sangat dibutuhkan guna menekan angka penyebaran campak di Bumi Sriwijaya tersebut.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com