Ekonomi . 09/04/2026, 09:16 WIB

Hindari Dampak Selat Hormuz, Indonesia Alihkan Impor Minyak ke Amerika Hingga Afrika

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id - Pemerintah Indonesia mengambil langkah cepat untuk mengamankan ketahanan energi nasional menyusul ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengalihkan sumber impor minyak mentah dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang semula bergantung pada kawasan Timur Tengah ke negara-negara lain yang lebih stabil.

Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, mengungkapkan bahwa diversifikasi ini mencakup pengadaan dari benua Amerika, Afrika, serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara di Asia dan ASEAN. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan rantai pasok akibat eskalasi geopolitik yang terus memanas.

"Kami mengalihkan sumber impor yang tadinya berasal dari Timur Tengah menjadi ke negara-negara seperti Amerika, Afrika, Asia, dan sesama anggota ASEAN. Ini solusi atas kendala yang muncul di Selat Hormuz," ujar Rizwi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu 8 April 2026.

Prioritaskan Pasokan Domestik dan Optimalisasi Kilang

Selain memindahkan koordinat impor, Kementerian ESDM juga memerintahkan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri dibandingkan ekspor. Langkah ini bertujuan agar seluruh hasil produksi migas domestik dapat terserap sepenuhnya oleh kilang-kilang minyak di dalam negeri.

Pemerintah juga sedang melakukan pengetatan pengawasan melalui Surat Pengaturan dari Ditjen Migas dan BPH Migas guna memastikan masyarakat mengonsumsi BBM dan LPG secara bijak. Optimalisasi kinerja kilang domestik terus dipacu agar kapasitas produksi tetap berada pada level maksimal di tengah ketidakpastian global.

Amankan Stok LPG Bersubsidi

Untuk sektor LPG, kementerian sedang aktif berburu sumber pasokan baru guna menjamin ketersediaan gas melon 3 kg. Salah satu strategi unik yang diterapkan adalah mengalihkan produksi LPG yang sebelumnya menyasar sektor industri untuk dialokasikan bagi kebutuhan rumah tangga.

Kementerian ESDM bahkan menginstruksikan kilang LPG swasta agar memberikan penawaran prioritas pertama kepada Pertamina Patra Niaga. "Produksi yang tadinya dijual ke industri, kami usulkan untuk ditawarkan pertama kali kepada Pertamina demi kepentingan masyarakat luas," tambah Rizwi.

Melalui serangkaian strategi taktis tersebut, Rizwi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa panik. Pemerintah memberikan jaminan bahwa ketersediaan energi, baik BBM maupun LPG nasional, saat ini masih dalam posisi yang sangat aman dan terkendali.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com