Internasional . 09/04/2026, 07:22 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Amerika Serikat dilaporkan bermohon ke Pakistan untuk membantu meyakinkan Iran agar mau menyepakati gencatan senjata yang ditawarkan AS di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Upaya diplomatik tersebut disebut berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Media The Financial Times pada Rabu 8 April 2026 melaporkan bahwa Washington meminta Islamabad memainkan peran dalam komunikasi dengan Teheran.
Langkah itu dilakukan karena Pakistan dinilai memiliki posisi strategis sebagai negara tetangga Iran dengan mayoritas penduduk Muslim serta tetap bersikap netral selama konflik berlangsung.
Dalam laporan tersebut, sejumlah sumber menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebenarnya telah mendorong upaya gencatan senjata sejak 21 Maret.
Salah satu alasan utama langkah itu adalah keinginan Washington agar Selat Hormuz kembali dibuka setelah penutupan jalur tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia.
AS dan Pakistan disebut meyakini bahwa peluang Iran menerima usulan tersebut akan lebih besar jika disampaikan oleh Islamabad dibandingkan melalui jalur langsung dari Washington.
Ketegangan di kawasan sebelumnya meningkat tajam setelah pada akhir Februari Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Situasi konflik tersebut berdampak langsung pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur laut yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan gas alam cair (LNG) dunia itu sempat terhenti, sehingga memicu kenaikan harga energi di berbagai negara.
Pada Selasa (7/4), Trump disebut telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran. Ia juga menyatakan bahwa Teheran bersedia membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa Teheran akan memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat pada Jumat (10 April) di Islamabad, ibu kota Pakistan.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk meredakan ketegangan sekaligus membuka kembali jalur distribusi energi global yang sempat terganggu akibat konflik *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media