Nasional . 11/04/2026, 08:52 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, meluapkan kekesalannya setelah mendengar keluhan warga yang membandingkan kondisi jalan di daerahnya dengan infrastruktur di Jawa Barat.
Ucapan itu muncul saat ia membuka Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9 April 2026). Krisantus bahkan menantang agar Dedi Mulyadi mencoba memimpin Kalimantan Barat dengan anggaran yang tersedia.
"Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya," tegas Krisantus saat membuka Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan sejumlah pejabat dan tamu undangan ketika ia menanggapi perbandingan jalan rusak di Kalimantan Barat dengan kondisi jalan di Jawa Barat.
Krisantus mengaku mengetahui persoalan itu setelah menonton video yang beredar di TikTok. Dalam video tersebut, warga mengeluhkan kondisi jalan rusak di Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.
"Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali orang Sapauk. Saya tidak tahu itu orang Sepauk asli atau bukan. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat," beber Krisantus.
Menurutnya, membandingkan pembangunan infrastruktur antara dua provinsi tersebut tidaklah seimbang. Ia menilai perbedaan luas wilayah dan kemampuan anggaran menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.
Krisantus menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki luas wilayah sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan APBD mencapai Rp31 triliun. Sementara Kalimantan Barat memiliki wilayah sekitar 171 ribu kilometer persegi, tetapi hanya memiliki APBD sekitar Rp6 triliun lebih.
"Dalam video itu, ada yang pinjam Dedi Mulyadi selama tiga bulan. Suruh dia jadi Gubernur Kalbar, bertukar kita. Saya mau lihat, kalau bisa bangun Kalbar pakai APBD enam triliun, kucium lututnya," tegasnya.
Ia menambahkan, semakin luas wilayah suatu daerah maka semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun infrastruktur.
"Semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan. Jadi masyarakat jangan sampai gagal paham. Itu sebenarnya yang terjadi," tambahnya.
Meski demikian, Krisantus memastikan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan jalan rusak di Sintang. Ia menyebut penanganan di beberapa titik, termasuk di Bedayan, sudah mulai dilakukan.
Menurutnya, pemerintah kabupaten telah menurunkan alat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) untuk memperbaiki ruas jalan yang sempat viral tersebut.
"Infrastruktur jalan dan jembatan di Sintang memang berat dengan kemampuan fiskal yang ada. Tapi pemerintah tidak akan tinggal diam," tegasnya.
Sebelumnya, keluhan mengenai jalan rusak di Bedayan menjadi sorotan publik setelah video yang diunggah seorang warga bernama Elisabet viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia menyampaikan keluhan sekaligus meminta perhatian pemerintah daerah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media