Megapolitan . 16/04/2026, 17:06 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, pemerintah provinsi tengah bergerak cepat menangani tumpukan sampah yang terjadi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.
Isu tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah viral di media sosial melalui unggahan akun Instagram @jakut_update. Dalam video yang direkam menggunakan drone, terlihat tumpukan sampah menggunung di lahan kosong di Jalan Kepanduan 2, Kelurahan Pejagalan, sementara sejumlah alat berat dikerahkan untuk penanganan.
Pramono menargetkan persoalan sampah di lokasi tersebut bisa segera diselesaikan dalam waktu singkat.
"Penjaringan kalau nggak salah hari ini sudah terselesaikan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis, 16 April 2026.
Ia menjelaskan, penumpukan sampah di Penjaringan merupakan dampak dari penyesuaian operasional Zona 4A Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang sebelumnya sempat mengalami gangguan akibat longsor pada awal Maret 2026. Kondisi tersebut membuat sejumlah titik di Jakarta sempat mengalami penumpukan sementara.
"Jadi sampah memang kemarin karena dampak dari zona 4A yang mengalami permasalahan, sehingga beberapa tempat memang terjadi penimbunan sampah," ujarnya.
Pramono menambahkan, sebagian besar titik penumpukan sampah di wilayah lain seperti kolong tol Tanjung Priok dan Pasar Induk Kramat Jati juga sudah berangsur tertangani.
"Rata-rata sekarang ini hampir sampah-sampah sudah terselesaikan," katanya.
Di sisi lain, di tengah sorotan publik terhadap persoalan sampah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melakukan perombakan di jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Gubernur Pramono Anung mencopot Asep Kuswanto dari jabatannya dan menggantikannya dengan Dudi Gardesi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala DLH.
Pramono menegaskan bahwa pergantian tersebut bukan semata-mata karena polemik sampah yang terjadi belakangan ini, melainkan bagian dari penyegaran organisasi untuk meningkatkan kinerja birokrasi.
“Alasan yang utama adalah untuk peremajaan, untuk supaya kerjanya menjadi lebih baik,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan pejabat baru, termasuk dalam merespons media dan publik. Hal ini disampaikan mengingat sebelumnya Kepala DLH lama dinilai kurang responsif terhadap permintaan keterangan dari media.
“Ini kepala dinas yang baru, saya minta untuk terbuka bagi media,” kata Pramono.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media