Pendidikan . 22/04/2026, 15:16 WIB

Bikin Penasaran! Kenapa Buku Sejarah Indonesia Hanya Dirangkum Jadi 10 Jilid, Bukan 100? Sejarawan Bongkar Faktanya!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi meluncurkan buku monumental bertajuk “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” pada Minggu, 14 Desember 2025.

Peluncuran ini menjadi langkah penting dalam memperkaya literatur sejarah nasional dengan pendekatan yang lebih ringkas, relevan, dan kontekstual dengan perkembangan zaman.

Buku ini disusun dalam 10 jilid oleh total 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kolaborasi besar ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan narasi sejarah yang komprehensif namun tetap mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa buku ini bukanlah upaya menuliskan sejarah Indonesia secara lengkap, melainkan menyajikan sorotan penting perjalanan bangsa dari masa prasejarah hingga era Reformasi.

“Kalau sejarah kita ditulis secara lengkap mungkin harusnya 100 jilid kalau mau ditulis secara lengkap. Jadi ini adalah highlight dari perjalanan,” ujarnya saat peluncuran di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.

Proyek penulisan buku ini melibatkan ratusan akademisi dari berbagai kampus ternama di Indonesia. Hal ini membuat isi buku tidak hanya kaya perspektif, tetapi juga mencerminkan keragaman sudut pandang sejarah dari berbagai daerah.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menghasilkan narasi sejarah yang lebih inklusif, tidak terpusat pada satu sudut pandang saja, dan mampu menggambarkan dinamika kebangsaan Indonesia secara utuh dalam konteks global.

Ini Daftar Lengkap 10 Jilid Buku Sejarah Indonesia

Buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” dibagi menjadi 10 jilid yang masing-masing membahas periode dan tema penting dalam perjalanan bangsa. Berikut rangkumannya:

1. Akar Peradaban Nusantara

Jilid pertama mengupas fondasi awal peradaban di Nusantara, mulai dari masa prasejarah hingga terbentuknya masyarakat awal. Salah satu sorotan menarik adalah kembalinya fosil Homo erectus ke Indonesia sebagai simbol kedaulatan budaya.

2–3. Nusantara dalam Jaringan Global

Dua jilid ini membahas interaksi Nusantara dengan dunia luar, termasuk pengaruh dari India, Tiongkok, dan Persia dalam perdagangan serta pertukaran budaya yang membentuk identitas bangsa.

4. Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com