Nasional . 23/04/2026, 18:47 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Umat Islam di Indonesia bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha 2026 atau yang sering disebut Lebaran Haji. Menjelang momen penting ini, banyak masyarakat mulai mencari kepastian tanggal pelaksanaan untuk mempersiapkan ibadah kurban, puasa sunnah, hingga rencana liburan bersama keluarga.
Hari Raya Idul Adha sendiri jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Oleh karena itu, penentuan awal bulan Dzulhijjah menjadi hal krusial karena berkaitan langsung dengan rangkaian ibadah, termasuk puasa sunnah di awal bulan tersebut.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah melalui metode hisab. Berdasarkan keputusan tersebut:
1 Dzulhijjah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026
9 Dzulhijjah (Hari Arafah): Selasa, 26 Mei 2026
10 Dzulhijjah (Idul Adha): Rabu, 27 Mei 2026
Penetapan ini mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal yang dihasilkan dalam Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama hingga saat ini belum menetapkan secara resmi awal Dzulhijjah 1447 H. Penentuan tersebut akan dilakukan melalui sidang isbat yang mengombinasikan metode hisab dan rukyat (pengamatan hilal).
Meski belum final, berdasarkan kalender Hijriah 2026 yang dirilis pemerintah, tanggalnya diperkirakan sama:
1 Dzulhijjah: 18 Mei 2026
Idul Adha: 27 Mei 2026
Sidang isbat biasanya digelar satu hari sebelum pergantian bulan Hijriah untuk memastikan posisi hilal secara akurat.
Pemerintah juga telah menetapkan hari libur terkait Idul Adha melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Berikut jadwalnya:
Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Idul Adha
Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama Idul Adha
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media