Klarifikasi Video Viral Langsa: Aksi 'Jambak Guru' TERNYATA Hanya Prank Ulang Tahun

news.fin.co.id - 25/04/2026, 21:24 WIB

Klarifikasi Video Viral Langsa: Aksi 'Jambak Guru' TERNYATA Hanya Prank Ulang Tahun

Klarifikasi Video Viral Langsa, Aksi 'Jambak Guru' TERNYATA Hanya Prank Ulang Tahun

Fin.co.id - Fakta terbaru di balik video viral penganiayaan guru oleh seorang siswi SMA di Kota Langsa, Aceh, mulai terkuak. Cindy Aulia, siswi yang menjadi pemeran utama dalam video berdurasi 25 detik tersebut, memberikan klarifikasi pada Sabtu, 25 April 2026.

Ia menegaskan adegan kekerasan yang memicu kemarahan publik tersebut hanyalah sebuah sandiwara alias konten prank untuk merayakan ulang tahun.

Penjelasan ini muncul setelah video yang memperlihatkan seorang siswi menjambak hijab dan menarik kerah baju seseorang yang diduga guru tersebut, viral sejak Jumat siang (24/4).

Cindy menjelaskan kegaduhan ini bermula dari kesalahpahaman visual yang ditangkap oleh warganet tanpa mengetahui konteks aslinya.

Dalam pernyataan resminya, Cindy Aulia mengungkapkan sosok yang terlihat didorong hingga ke papan tulis bukanlah guru.

Melainkan, rekan sejawatnya yang sedang mengenakan baju praktik, sehingga sekilas menyerupai seragam guru formal. Aksi bentak-membentak dan dorongan fisik tersebut merupakan bagian dari skenario drama antar-murid.

Klarifikasi ini sekaligus membantah narasi degradasi karakter siswa yang sempat digaungkan publik saat video tersebut pertama kali beredar. Cindy menegaskan hubungan murid dan guru di sekolahnya tetap berjalan harmonis tanpa adanya tindakan anarkis seperti yang dituduhkan.

"Saya Cindy Aulia, bersama tiga teman saya, meminta maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang viral di media sosial. Sebenarnya kejadian tersebut tidak benar terjadi. Itu hanya prank. Saya tidak bertengkar dengan guru, melainkan hanya drama dengan teman saya," tegas Cindy Aulia dalam video klarifikasinya.

Dampak Konten Prank di Dunia Pendidikan

Meskipun sudah diklarifikasi sebagai konten prank, video tersebut sempat memicu gelombang kecaman luar biasa. Sebelum fakta ini terungkap, publik menilai profesi pengajar semakin kehilangan marwah di mata generasi muda.

Berbagai komentar pedas sempat membanjiri platform media sosial, menyoroti lemahnya perlindungan terhadap profesi guru dan pola asuh orang tua di rumah.

Beberapa akun bahkan menyebut insiden ini sebagai bukti nyata sekolah hanya menjadi tempat mengejar nilai akademik tanpa membangun etika.

Dengan adanya klarifikasi ini, narasi tersebut kini beralih menjadi kritik terhadap tren konten "prank berlebihan" yang sering kali tidak mempedulikan dampak sosial.

Menyadari dampak luas dari konten yang mereka buat, Cindy dan rekan-rekannya menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah, instansi pendidikan, dan masyarakat.

Mereka mengakui penggunaan atribut yang menyerupai guru dalam konten drama tersebut adalah sebuah kekeliruan yang memicu multitafsir.

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID