Politik . 26/04/2026, 14:15 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan hunian yang lebih layak bagi masyarakat yang selama ini tinggal di bantaran rel kereta api. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga di kawasan padat perkotaan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan, salah satu fokus pembangunan berada di sekitar kawasan Stasiun Pasar Senen, yang masih dihuni warga dalam kondisi terbatas.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo, pemerintah sedang membangun hunian yang layak dan nyaman bagi warga yang selama ini masih harus tinggal tepat di pinggir rel kereta api, khususnya di kawasan Pasar Senen, hanya 2 km dari pusat ibu kota,” kata Teddy, Minggu, 26 April 2026.
Untuk memastikan progres berjalan sesuai rencana, Teddy bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, meninjau langsung lokasi pembangunan pada Sabtu, 25 April 2026. Kunjungan ini dilakukan guna melihat kesiapan fasilitas sekaligus memastikan proyek menjawab kebutuhan warga.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden sebelumnya telah turun langsung ke lokasi tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat.
“Bapak Presiden sendiri sempat mendadak mengunjungi lokasi pemukiman warga tersebut, tepat 1 bulan lalu, pada 26 Maret 2026,” ungkapnya.
Hunian yang tengah dibangun berjarak sekitar 500 meter dari rel kereta di Pasar Senen. Kawasan ini dirancang dengan fasilitas yang lebih memadai, mulai dari tempat tinggal yang layak, sarana mandi, cuci, kakus (MCK), akses air bersih, hingga fasilitas sosial seperti tempat ibadah dan area bermain anak.
“Pembangunan pun dilaksanakan dengan cepat, berkat kerja sama yang erat antara Kementerian Perumahan dan beberapa BUMN terkait,” lanjut Seskab.
Program ini tidak berhenti di satu lokasi. Pemerintah berencana memperluas penataan permukiman ke wilayah lain secara bertahap, terutama bagi masyarakat yang masih tinggal di lingkungan kurang layak.
“Penataan pemukiman menjadi lebih layak juga akan dilakukan di tempat lain secara bertahap dan berkala,” pungkas Seskab.
Transformasi dari kawasan pinggir rel menuju hunian yang lebih manusiawi ini menjadi simbol kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar warganya, bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup secara menyeluruh.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media