Internasional . 26/04/2026, 14:21 WIB

Indonesia Berduka, Pemerintah Pastikan Pemulangan Praka Rico Pramudia dengan Penghormatan Tertinggi

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, anggota pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), setelah menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dialaminya sejak akhir Maret 2026.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Vahd Nabyl Achmad Mulachela menyampaikan, pemerintah tengah berkoordinasi dengan pihak UNIFIL untuk memastikan proses pemulangan jenazah berjalan cepat dan penuh penghormatan.

"Pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara hadir untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan pengorbanan almarhum bagi perdamaian dunia," ujar Nabyl, Minggu, 26 April 2026.

Praka Rico meninggal dunia setelah hampir satu bulan menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya dalam insiden ledakan artileri di dekat Kota Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada 29 Maret lalu.

Menurut Nabyl, pemerintah Indonesia telah berupaya maksimal dalam memastikan penanganan medis terbaik bagi almarhum, bekerja sama dengan UNIFIL, pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut. Namun, kondisi luka yang dialami terlalu parah untuk diselamatkan.

"Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” imbuhnya.

Selain menyampaikan duka, pemerintah Indonesia juga kembali mengecam keras serangan yang menyebabkan gugurnya prajurit penjaga perdamaian tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan personel PBB merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

Serangan terhadap pasukan perdamaian dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, bahkan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Oleh karena itu, Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel.

“Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini,” kata Nabyl.

Gugurnya Praka Rico menambah daftar prajurit Indonesia yang wafat dalam misi perdamaian di Lebanon menjadi empat orang. Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon gugur di lokasi kejadian, disusul Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan dalam insiden terpisah di wilayah yang sama.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa misi perdamaian dunia bukan tanpa risiko, dan pengorbanan para prajurit Indonesia menjadi bagian dari komitmen negara dalam menjaga stabilitas global.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com