Megapolitan . 29/04/2026, 11:34 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya, memastikan ketersediaan beras di ibu kota masih dalam kondisi terkendali. Hingga 26 April 2026, stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) tercatat mencapai 47.449 ton.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, menyampaikan bahwa jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta. Ia menjelaskan, arus masuk dan keluar beras di PIBC rata-rata mencapai 2.500 ton per hari.
“Berdasarkan pencatatan kami, stok beras di PIBC masih dalam level aman. Per 26 April 2026 mencapai 47.449 ton, dengan rata-rata beras yang masuk dan keluar per hari hingga 2.500 ton,” ujar Dodot dikutip, Rabu, 29 April 2026.
Sebagai pengelola PIBC, Food Station menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah DKI Jakarta. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar program pasar murah secara rutin di empat titik setiap hari.
Dalam program tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, mulai dari beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), minyak goreng, gula, tepung, hingga telur ayam.
Dodot juga memastikan ketersediaan beras untuk program pangan bersubsidi tetap aman. Untuk menjaga pasokan, Food Station telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di daerah produsen, seperti gabungan kelompok tani (gapoktan), penggilingan padi, hingga pelaku usaha lainnya.
Selain itu, Food Station turut bersinergi dengan Perum Bulog dalam penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), khususnya di wilayah Jakarta.
Distribusi beras dilakukan melalui berbagai jaringan yang dimiliki, seperti Koperasi Merah Putih, FoodHub, serta pedagang kelontong. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi sekaligus menstabilkan harga beras di pasaran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media