Fin.co.id - Kasus meninggalnya Mandala Rizky Saputra, seorang pelajar SMK di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mendadak jadi buah bibir nasional.
Ini setelah narasi "maut karena sepatu sempit" viral di berbagai platform media sosial.
Namun, investigasi terbaru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim mengungkap tabir yang lebih kompleks di balik musibah ini.
Berdasarkan data per Mei 2026, pihak otoritas menegaskan bahwa penurunan kondisi kesehatan Mandala terjadi secara sistemik dan bertahap.
Bukan dipicu secara instan oleh faktor tunggal: sepatu kesempitan. Tim medis dan sekolah mencatat adanya komplikasi gejala yang muncul sejak periode pasca-praktik kerja lapangan (PKL).
“Ada penurunan kondisi fisik yang terjadi secara bertahap, bukan hanya satu faktor. Kami meminta masyarakat melihat informasi ini secara utuh agar tidak muncul spekulasi yang menyesatkan,” tegas Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin.
Dari Gejala Pusing Hingga Kaki Membengkak
Rangkaian peristiwa tragis ini bermula saat Mandala menyelesaikan program magangnya di sebuah pusat perbelanjaan ternama di Samarinda.
- Februari – Maret 2026: Mandala melaksanakan tugas praktik kerja lapangan (PKL) dengan aktif.
- 30 Maret 2026: Ia kembali ke sekolah dalam keadaan fisik yang tampak normal.
- 1 April 2026: Kondisi mulai drop. Ia mengeluh pusing hebat dan lemas, sehingga pihak sekolah memintanya pulang lebih awal untuk istirahat.
- 2 April 2026: Pihak keluarga mengirimkan surat izin sakit resmi kepada sekolah karena Mandala sudah tidak mampu beraktivitas.
- 8 April 2026: Kondisi ekonomi keluarga membuat pihak orang tua meminta bantuan dana ke sekolah untuk kebutuhan pengobatan mendesak.
Antara Pengobatan Medis dan Non-Medis
Merespons memburuknya kondisi sang siswa, pihak sekolah tidak tinggal diam. Pada 21 April 2026, tim pengajar mengunjungi kediaman Mandala dan mendapati kedua kaki sang siswa membengkak hebat.
Meski bengkak, dilaporkan tidak ditemukan luka lecet atau luka terbuka yang biasanya muncul akibat gesekan sepatu sempit.
Sempat muncul dugaan dari pihak keluarga bahwa kondisi ini berkaitan dengan gangguan non-medis.
Namun, sekolah tetap memfasilitasi pengurusan BPJS dan menyarankan pemeriksaan ke rumah sakit.
Pada 23 April 2026, kondisi Mandala sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan; bengkak pada kakinya mulai mengempis dan tampak lebih stabil.