Nasional . 05/05/2026, 16:13 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman menegaskan, dirinya saat ini tidak lagi memiliki persoalan pribadi dengan Habib Rizieq Shihab.
Pernyataan tersebut disampaikan Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026, menanggapi berkembangnya berbagai narasi yang mengaitkan dirinya dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto.
"Karena itu, sekarang ramai seakan-akan bahwa saya jadi KSP, kemudian akhirnya narasi dari Bapak Presiden itu muncul. Ya, itu bukan, bukan dari saya," ujar Dudung dilansir dari Antara, Selasa, 5 Mei 2026.
Sebelumnya, Habib Rizieq melalui kanal YouTube Islamic Brotherhood Television menyinggung pidato Presiden Prabowo yang menanggapi fenomena sebagian warga yang menyebut “Indonesia Gelap” dan memilih ke luar negeri.
Dalam pernyataannya, Rizieq menyebut adanya sosok yang memengaruhi Presiden, yang ia sebut sebagai “Jenderal Baliho”, yang kemudian dikaitkan dengan Dudung.
Menanggapi hal itu, Dudung menjelaskan, polemik penertiban baliho beberapa tahun lalu dilakukan dalam kerangka penegakan aturan, khususnya setelah organisasi Front Pembela Islam dibubarkan pemerintah.
Ia menilai langkah tersebut diambil untuk merespons situasi yang berpotensi mengganggu persatuan, termasuk adanya narasi yang dianggap provokatif di tengah masyarakat.
Dudung juga membantah anggapan bahwa posisinya saat ini berkaitan dengan munculnya berbagai pernyataan politik Presiden. Ia menegaskan tidak terlibat dalam narasi-narasi tersebut.
Lebih lanjut, Dudung mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para tokoh agama, untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif, terutama di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Menurutnya, peran ulama sangat penting dalam menciptakan ketenangan di masyarakat dengan menjaga tutur kata dan tidak memicu provokasi.
"Marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, tidak saling memfitnah, tidak saling mencurigai," katanya.
Ia menekankan bahwa stabilitas nasional harus dijaga bersama, terlebih dalam situasi global yang berdampak pada kondisi ekonomi dan politik di berbagai negara.
Dudung juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar atau bersifat provokatif. Ia menilai gangguan terhadap persatuan bangsa kerap berasal dari pihak-pihak tertentu yang terus mengulang isu lama.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan.
"Saya yakin dengan Pancasila yang mempersatukan bangsa ini, saya yakin rakyat Indonesia akan tetap bertahan, akan tetap menjaga agar isu-isu, berita-berita hoaks yang mengganggu stabilitas nasional ini bisa ditangkal," imbuhnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media