Politik . 05/05/2026, 16:03 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Keputusan mengejutkan datang dari panggung politik nasional. Dosen komunikasi sekaligus politisi, Ade Armando, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Ade menegaskan langkah ini diambil bukan karena adanya keretakan hubungan dengan partai yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep tersebut.
Melainkan sebagai langkah strategis untuk menyelamatkan citra PSI dari serangan politik yang terus menghujam dirinya.
"Melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI. Tidak ada konflik antara saya dengan PSI. Tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama," tegas Ade Armando.
Selama berkarier di PSI, Ade Armando dikenal sebagai sosok yang sangat kritis. Namun, keberaniannya dalam melontarkan komentar pedas seringkali membuat dirinya menjadi sasaran serangan balik dari berbagai pihak.
Ade merasa khawatir jika kontroversi yang melekat pada namanya justru menjadi beban bagi rekan-rekan seperjuangannya di partai.
Ade mencatat bahwa serangan yang ditujukan kepadanya kini mulai meluas dan berdampak pada tokoh-tokoh kunci PSI lainnya. Termasuk Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie.
Ucapan dan komentar Ade sering memicu kegaduhan publik yang berimbas pada elektabilitas partai.
Serangan terhadap Ade mulai menyeret nama pimpinan partai dan kader lainnya. Ade merasa tidak adil jika seluruh jajaran PSI harus menanggung konsekuensi dari pernyataan-pernyataan pribadinya.
Meskipun Ade Armando memutuskan untuk hengkang, ia mengungkapkan bahwa jajaran pimpinan PSI sebenarnya masih menginginkan dirinya untuk bertahan.
Kesetiakawanan di internal partai disebut tetap solid, namun Ade tetap teguh pada pendiriannya demi kepentingan yang lebih besar.
"Pimpinan-pimpinan PSI selalu mengatakan bahwa mereka selalu berada bersama saya. Tapi tidak adil lah kalau bapak-bapak ibu-ibu di PSI harus juga menanggung akibat dari apa yang saya sampaikan," imbuhnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media