Kesehatan . 07/05/2026, 08:23 WIB

WHO Beri Peringatan soal Hantavirus, Penularannya Bisa Terjadi Tanpa Disadari

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran hantavirus yang ditemukan pada penumpang kapal pesiar MV Hondius masih tergolong rendah. Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap cara penularan virus tersebut.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan situasi saat ini belum menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan masyarakat secara luas.

“Pada tahap ini, risiko kesehatan masyarakat (terkait hantavirus) relatif rendah,” kata Tedros pada Rabu melalui platform media sosial X.

Kasus hantavirus sebelumnya ditemukan di antara penumpang Kapal Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik. WHO menyebut strain hantavirus Andes terdeteksi di kapal tersebut setelah hasil pemeriksaan laboratorium di Afrika Selatan dan Swiss mengonfirmasi infeksi.

Total kasus yang terkonfirmasi kini mencapai delapan orang setelah satu pasien tambahan ditemukan di Swiss. Dari jumlah itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Merespons kondisi tersebut, pemerintah Spanyol memutuskan menerima kapal itu untuk bersandar di kawasan Kepulauan Canary. Langkah tersebut disebut dilakukan berdasarkan hukum internasional dan alasan kemanusiaan.

Saat tiba di Kepulauan Canary, seluruh penumpang dan awak kapal akan menjalani pemeriksaan kesehatan serta penanganan khusus guna mencegah kontak langsung dengan masyarakat setempat.

WHO bersama Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) juga telah menyiapkan protokol terpadu dalam penanganan kasus maupun pelacakan kontak.

Berdasarkan penjelasan WHO, hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa hewan pengerat atau rodent dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.

Penularan umumnya terjadi melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Dalam beberapa kasus, penularan juga bisa terjadi akibat gigitan hewan pengerat, meski lebih jarang.

Gejala awal infeksi hantavirus sering menyerupai flu dan biasanya muncul satu hingga delapan minggu setelah terpapar virus.

Penderita umumnya mengalami demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, hingga diare. Pada kondisi yang lebih parah, pasien dapat mengalami gangguan pernapasan akibat paru-paru terisi cairan. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com