Nasional . 11/05/2026, 15:36 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Aktivitas vulkanik kembali mengguncang Indonesia. Kali ini, Gunung Semeru yang berdiri gagah dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali erupsi pada Senin pagi.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 mdpl,” jelas Sigit.
Saat erupsi terjadi, kolom abu vulkanik terlihat jelas dengan warna putih hingga kelabu. Ketebalan abu mengarah ke sektor barat dan barat laut. Kondisi ini menandakan arah sebaran material vulkanik yang bisa berdampak pada wilayah di sekitar jalur tersebut.
Selain itu, aktivitas erupsi juga terekam jelas oleh seismograf. Data menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 21 mm dengan durasi getaran selama 122 detik. Angka ini memperkuat bahwa Gunung Semeru masih menyimpan energi vulkanik yang aktif.
Sebelum erupsi besar pada pukul 08.15 WIB, Gunung Semeru juga sempat mengalami aktivitas letusan pada pukul 00.18 WIB dan 05.58 WIB. Namun, pada dua kejadian sebelumnya, visual letusan tidak teramati secara langsung.
Rangkaian aktivitas ini menunjukkan bahwa kondisi Gunung Semeru tidak benar-benar tenang sejak dini hari. Justru, gunung ini terus menunjukkan dinamika erupsi dalam beberapa jam terakhir.
Pihak pengamatan tetap menetapkan Gunung Semeru pada Status Level III atau Siaga. Status ini menandakan bahwa aktivitas vulkanik berada pada level tinggi dan berpotensi menimbulkan bahaya jika masyarakat tidak mematuhi rekomendasi keselamatan.
Dalam kondisi ini, otoritas mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak. Zona ini termasuk area paling berisiko terdampak langsung material erupsi.
Tidak hanya itu, masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjalar hingga 17 kilometer dari puncak gunung.
Rekomendasi lain yang tidak kalah penting menegaskan larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Zona ini sangat rawan terhadap lontaran batu pijar yang bisa terjadi sewaktu-waktu saat erupsi berlangsung.
Dengan kondisi ini, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan harus meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas harian di area rawan perlu benar-benar dihentikan demi keselamatan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media