Hukum dan Kriminal . 17/05/2026, 07:34 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Seorang anggota TNI berinisial P meninggal dunia usai diduga ditembak oleh rekan sesama anggota TNI berinisial R (23) di sebuah kafe kawasan Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu 16 Mei 2026 sekitar pukul 02.40 WIB.
Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek IB I Palembang, Kompol Fauzi Saleh. Menurutnya, insiden bermula dari keributan yang terjadi di lokasi hiburan malam tersebut.
"Benar ada kejadian keributan semalam di Kafe Panhead, korban ada yang meninggal dunia," kata Fauzi.
Berdasarkan informasi awal, keributan diduga dipicu kesalahpahaman antara korban dan pelaku saat berjoget di dalam kafe. Situasi kemudian memanas hingga berujung cekcok dan perkelahian.
Korban sempat dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kanan.
Usai kejadian, tim identifikasi Polrestabes Palembang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan Polisi Militer TNI AD Palembang guna mengusut insiden tersebut.
Sementara itu, Kodam II/Sriwijaya memastikan kasus tersebut ditangani secara serius, profesional, dan transparan.
Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania menyebut Pangdam II/Sriwijaya memberikan perhatian penuh terhadap peristiwa tersebut dan telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh.
"Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat," kata Yordania.
Ia menjelaskan Denpom 2/IV Palembang masih melakukan serangkaian proses penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah, hingga pengumpulan barang bukti.
Selain itu, pihak TNI juga berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan menyeluruh.
Yordania menegaskan proses penyelidikan membutuhkan waktu agar seluruh rangkaian kejadian dapat terungkap secara akurat berdasarkan fakta di lapangan.
"Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut serta mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif," katanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media