Nasional . 19/05/2026, 21:41 WIB

Tidak Tahu Diri! 3 Penerima Beasiswa Asal Sudan Kerap Bikin Rusuh dan Onar di Pringsewu Lampung

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandarlampung mengambil tindakan tegas terhadap warga negara asing yang mengganggu ketertiban umum. Pihak imigrasi memanggil penjamin beasiswa dan pihak sekolah dari tiga siswa asing asal Sudan.

Langkah ini menyusul laporan masyarakat mengenai perilaku ketiga pelajar tersebut yang kerap membuat keonaran di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

"Kami akan memanggil pihak sekolah serta pihak penjamin beasiswa dari tiga siswa tersebut untuk meminta informasi terkait keberadaan mereka," kata Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandarlampung, Washono, di Bandarlampung, Senin, 19 Mei 2026.

Mengapa Imigrasi Memanggil Penjamin Beasiswa Pelajar Sudan?

Pihak Imigrasi Bandarlampung memerlukan kejelasan mengenai alasan mengapa pengawasan terhadap para pelajar asing ini bisa kedodoran. Washono menjelaskan bahwa pihaknya ingin mengetahui informasi mengenai lepasnya pengawasan dan tanggung jawab penjamin terhadap keberadaan ketiga pelajar Sudan tersebut selama tinggal di Indonesia.

"Kami telah mengamankan tiga pelajar tersebut karena adanya informasi dari masyarakat mereka kerap membuat ketidaknyamanan lingkungan sekitar," kata dia.

Petugas mengamankan ketiga pelajar asing tersebut setelah menerima banyak keluhan dari warga setempat. Menurut keterangan dari warga, tiga pelajar tersebut berperilaku kurang baik. Mereka juga kerap pulang larut malam dan tidak menaati aturan di lingkungan tempat tinggal mereka.

"Atas dasar laporan warga tersebut kami mengambil langkah untuk mengamankan tiga pelajar tersebut untuk pemeriksaan dokumen paspor dan visa lebih lanjut," kata Washono.

Keluhan Warga: Sering Membolos Sekolah dan Terlibat Perkelahian

Keresahan masyarakat terhadap perilaku para siswa asing ini ternyata sudah berlangsung cukup lama. Seorang warga sekitar bernama Agus mengungkapkan bahwa masyarakat mengenal ketiga pelajar asing ini sebagai figur yang tidak tertib. Mereka kerap memicu keonaran dengan melakukan perkelahian serta pulang larut malam.

"Saya lihat mereka ini kurang baik untuk lingkungan karena sudah meresahkan. Mereka sulit diatur dan tidak mau ikut aturan," kata Agus.

Selain mengganggu ketertiban lingkungan pada malam hari, ketiga pelajar asing ini juga malas dalam menuntut ilmu. Agus menambahkan, ketiga pelajar asing ini kerap membolos sekolah meskipun warga sekitar sudah berulang kali menegur mereka.

"Kami di sini sudah sering memperingatkan mereka untuk sekolah tapi susah diatur tiga pelajar ini. Dalam kurun waktu sebulan ini, mereka sudah dua minggu tidak sekolah dan hanya seminggu sekolahnya," kata Agus.

Saat ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandarlampung masih terus mendalami kasus ini. Petugas memeriksa dokumen keimigrasian para siswa dan menunggu keterangan resmi dari pihak sekolah serta penjamin beasiswa untuk menentukan tindakan selanjutnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com