Internasional . 21/05/2026, 20:16 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id – Pemerintah Indonesia terus memutar otak untuk memulangkan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Kondisi tersebut membuat komunikasi langsung antara Jakarta dan Tel Aviv tidak mungkin terjalin.
Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi hal tersebut dalam pengarahan media di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
“Kalau jawabannya detail komunikasi langsung tidak dengan Israel? Kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Yvonne Mewengkang.
Meskipun menghadapi sekat komunikasi bilateral, Kemlu RI memastikan langkah pelindungan dan pemulangan segera sembilan WNI tersebut tetap berjalan. Pemerintah menggerakkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia guna membebaskan mereka dari penahanan militer Israel.
Demi menjaga prinsip-prinsip diplomasi yang sensitif, Kemlu tidak dapat menjabarkan seluruh taktik negosiasi secara rinci ke publik. Namun, Yvonne menegaskan bahwa pemerintah aktif menjalin kontak dengan negara-negara sahabat yang mempunyai akses komunikasi langsung ke Israel.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, juga bergerak cepat berkoordinasi dengan para mitranya, termasuk pemerintah Turki dan Yordania. Kerja sama ini terjalin erat karena warga negara dari kedua negara tersebut juga ikut serta dalam pelayaran kemanusiaan menuju Jalur Gaza yang dikepung Israel.
“Kami akan terus tentunya mengupayakan seluruh jalur komunikasi termasuk melalui negara sahabat yang memiliki akses kepada Israel termasuk tim hukum atau sekretariat Global Sumud Flotilla serta pihak-pihak lain yang dapat membantu memastikan keselamatan akses komunikasi dan proses pembebasan WNI,” ucap Yvonne.
Yvonne kembali mengulang penegasannya bahwa keterlibatan tim hukum serta sekretariat Global Sumud Flotilla menjadi kunci penting untuk mengamankan akses informasi keselamatan para WNI di sana.
Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, meluruskan anggapan keliru mengenai status hubungan kedua negara. Keterlibatan Indonesia dan Israel dalam organisasi multilateral yang sama tidak mengubah sikap politik luar negeri Indonesia.
Saat ini, Indonesia dan Israel memang sama-sama tercatat sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace). Namun, Nabyl menegaskan hal itu murni urusan keanggotaan institusi internasional.
“Keanggotaan dua negara dalam satu organisasi itu tidak mencerminkan adanya hubungan diplomatik antara negara tersebut. Dan ini berlaku juga bagi misalnya sama-sama anggota negara PBB dan lain-lain, itu bukan berarti kita memiliki hubungan diplomatik,” tegas Nabil.
Kasus ini mencuat setelah pasukan zionis Israel melakukan penyergapan brutal terhadap konvoi kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang sedang berlayar menuju Jalur Gaza. Militer Israel menculik sembilan WNI yang berada di dalam kapal tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media