Nasional . 07/06/2026, 19:54 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memasuki babak baru.
Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) membawa sejumlah perubahan kebijakan yang dinilai cukup signifikan, mulai dari pembangunan dapur MBG, sumber pembiayaan, sasaran penerima manfaat, hingga penguatan sistem pengawasan.
Setelah pergantian pimpinan pada awal Juni 2026, posisi Kepala BGN kini dipegang oleh Nanik S. Deyang.
Dalam konferensi pers perdananya di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Nanik memaparkan arah baru pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang akan lebih menitikberatkan pada kualitas layanan, efisiensi anggaran, serta pemerataan manfaat hingga ke wilayah yang selama ini belum banyak tersentuh.
Salah satu kebijakan pertama yang diumumkan adalah moratorium atau penghentian sementara pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.
Keputusan tersebut diambil setelah BGN melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang saat ini telah memiliki lebih dari 27.000 dapur MBG yang beroperasi di berbagai daerah.
Menurut Nanik, jumlah dapur yang ada saat ini sudah sangat besar sehingga perlu dilakukan penataan dan evaluasi sebelum pemerintah kembali melakukan ekspansi.
BGN menilai penyebaran dapur MBG masih belum merata. Sebagian besar fasilitas terkonsentrasi di wilayah perkotaan dan kawasan aglomerasi, sementara sejumlah daerah terpencil masih kekurangan layanan.
Karena itu, pemerintah memilih memperbaiki dan mengoptimalkan jaringan dapur yang sudah ada sebelum membangun fasilitas baru.
Dalam evaluasi yang dilakukan BGN, ditemukan bahwa daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih belum mendapatkan manfaat program secara optimal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah. Arahan Presiden disebut sangat jelas, yakni memastikan masyarakat di wilayah 3T menjadi prioritas utama dalam perluasan manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Kebijakan ini sekaligus menandai perubahan strategi MBG yang sebelumnya lebih berorientasi pada percepatan jumlah penerima manfaat secara nasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media