Nasional . 07/06/2026, 17:32 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id — Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta seluruh petugas haji Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua di Madinah.
Pesan tersebut mengemuka saat ia meninjau kesiapan layanan jemaah di sejumlah hotel di Madinah, Sabtu, 6 Juni 2026, saru hari sebelum kedatangan jemaah dari Makkah menuju Madinah.
Menurut Dahnil, fase pasca-Armuzna menjadi periode yang memerlukan perhatian khusus dari semua lini. Hal ini karena sebagian besar jemaah telah mengalami kelelahan fisik yang cukup berat setelah menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Muzdalifah dan Mina itu menguras energi luar biasa. Karena itu petugas harus memberikan perhatian ekstra kepada jemaah yang baru tiba di Madinah,” ujar Wamenhaj.
Beliau menjelaskan bahwa kondisi rombongan gelombang kedua ini sangat berbeda dengan gelombang pertama. Jika kelompok terbang (kloter) gelombang pertama sempat beristirahat di Madinah sebelum menjalani puncak haji, maka situasi sebaliknya terjadi pada gelombang kedua. Mereka tiba di Madinah justru setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah suci yang menguras tenaga.
“Jemaah gelombang kedua datang dalam kondisi yang lebih lelah. Karena itu seluruh layanan harus benar-benar siap dan responsif,” katanya.
Wamenhaj juga mengingatkan bahwa tradisi Arbain yang dijalankan oleh banyak jemaah Indonesia berpotensi meningkatkan kelelahan fisik. Risiko ini akan semakin besar apabila para jemaah tidak mengelola stamina mereka dengan baik. Oleh karena itu, beliau meminta agar jemaah tidak memaksakan diri dan tetap mengutamakan faktor kesehatan.
“Yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik. Jangan memaksakan diri, apalagi cuaca di Madinah saat ini cukup panas,” pesannya.
Kepada seluruh petugas kesehatan, Wamenhaj meminta agar mereka menerapkan prinsip pelayanan cepat dan responsif secara maksimal. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun klinik di tingkat sektor harus tetap dalam kondisi siaga penuh untuk melayani segala kebutuhan medis jemaah.
“Prinsipnya adalah fast response. Setiap laporan harus segera ditindaklanjuti dengan empati dan kepedulian. Saya minta seluruh petugas kesehatan benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Di samping sektor kesehatan, perhatian Wamenhaj juga tertuju pada asupan nutrisi. Beberapa poin penting yang menjadi fokus pengawasan ketat meliputi:
Menjelang fase akhir operasional haji ini, Wamenhaj mengingatkan kepada semua pihak bahwa tugas pelayanan mulia belum berakhir. Beliau meminta seluruh petugas tetap menjaga semangat serta fokus memberikan layanan terbaik hingga seluruh jemaah kembali mendarat di Tanah Air.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media