Said Abdullah Tegaskan PDIP Jadi Penyeimbang Pemerintahan Prabowo, Bukan Oposisi

news.fin.co.id - 19/06/2026, 12:58 WIB

Said Abdullah Tegaskan PDIP Jadi Penyeimbang Pemerintahan Prabowo, Bukan Oposisi

Ketua DPP PDIP Said Abdullah.

fin.co.id - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menegaskan partainya mengambil posisi sebagai penyeimbang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sesuai keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Menurutnya, sikap tersebut bukan berarti menjadi oposisi maupun berada di posisi abu-abu terhadap pemerintah.

Said menjelaskan, peran sebagai partai penyeimbang diwujudkan dengan mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat, sekaligus memberikan kritik secara konstruktif terhadap kebijakan yang dinilai kurang tepat.

"Sesuai keputusan Rakernas PDI Perjuangan telah memutuskan bahwa PDI Perjuangan berposisi sebagai partai penyeimbang. Sikap ini bukan sikap abu-abu," kata Said dalam keterangannya, Jumat, 19 Juni 2026.

Ia menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengarahkan agar partai bersikap objektif dan proporsional dalam menyikapi jalannya pemerintahan. Karena itu, apabila kebijakan dan kinerja pemerintah dinilai membawa manfaat bagi masyarakat, PDIP akan memberikan dukungan hingga akhir masa pemerintahan Prabowo pada 2029.

Advertisement

"Sebagai penyeimbang itu bersikap obyektif-proporsional, artinya kalau pemerintah kinerja dan kebijakannya bagus untuk rakyat, sudah seharusnya bagi PDI Perjuangan memberikan dukungan hingga 2029, meskipun PDI Perjuangan tidak mendapatkan manfaat elektoral dari kinerja bagus tersebut," ujar Said.

"Sebaliknya, kalau kebijakan dan kinerjanya kurang bagus, kami mengingatkan secara kontruktif, dan dalam posisi seperti ini belum tentu juga kami mendapatkan keuntungan elektoral," sambungnya.

Menurut Said, posisi penyeimbang berbeda dengan sikap oposisi yang secara politik berseberangan dengan pemerintah dan lebih menonjolkan kelemahan pemerintahan demi memperoleh keuntungan politik.

"Sebagai penyeimbang, PDI Perjuangan menginginkan Presiden Prabowo bisa berkhidmat dengan baik hingga 2029 sesuai aturan main yang digariskan konstitusi kita," ujarnya.

"Berbeda dengan pilihan jika mengambil sikap oposisi. Oposisi itu kehendak politiknya berlawanan total dengan pemerintahan berkuasa. Sikap oposisi lebih menempuh jalan untuk menunjukkan kelemahan dan kekurangan pemerintahan agar mendapatkan dampak negatif elektoral," lanjutnya.

Said juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memahami posisi politik yang diambil PDIP. Bahkan, menurut dia, kepala negara memberikan apresiasi terhadap peran partai berlambang banteng moncong putih tersebut karena dapat menghadirkan pandangan yang objektif terhadap pelaksanaan pemerintahan.

"Bapak Presiden sangat sadar bahwa tidak semua pujian itu baik, melebih lebihkan pujian ibarat teman malah bisa mengaburkan sikap obyektivitas yang malah diperlukan oleh Bapak Presiden," imbuhnya.

Anisha Aprilia/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID